Bandung RayaNasional

Pertahankan MBG, Berantas Malingnya

17views

 

Penulis: H. Iding Mashudi
Minggu, 14 Juni 2026

BANDUNGPOS.IDProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir bukan sekadar sebagai instrumen bantuan sosial, melainkan manifestasi nyata dari komitmen negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Dengan berfokus pada pemenuhan asupan nutrisi yang optimal, program ini merupakan investasi strategis untuk menjamin tumbuh kembang generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan tangguh. Oleh karena itu, keberlangsungan dan integritas program ini harus kita pertahankan serta perkuat sebagai hak mutlak masyarakat.

Namun, sebuah visi besar tidak akan pernah terwujud secara maksimal jika masih diselimuti oleh praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab. Di tengah upaya pemenuhan kesejahteraan, kerap muncul oknum yang mencoba memanfaatkan celah demi kepentingan egois. Setiap rupiah yang dialokasikan adalah hak rakyat; uang negara yang seharusnya menjadi sumber kehidupan tidak boleh berubah menjadi komoditas yang dikorupsi atau dialirkan ke kantong-kantong yang tidak berhak.

Permasalahan logistik dari hal-hal tersebut memerlukan sistem pengawasan yang ketat, komprehensif, dan berkelanjutan. Prinsip transparansi harus menjadi fondasi utama dalam setiap lini pengelolaan anggaran. Tidak boleh ada ruang tersisa bagi praktik mark-up, manipulasi data, maupun otoritas berwenang yang pada akhirnya merampas hak dasar orang banyak.

Keterbukaan informasi bukan lagi sekedar pilihan, melainkan keharusan demokrasi. Masyarakat memiliki hak prerogatif untuk mengetahui alur distribusi dan akuntabilitas setiap proses. Transparansi ini menjadi benteng pertahanan terkuat yang tidak hanya menjaga kepercayaan publik, tetapi juga memutus mata rantai korupsi yang bersembunyi di balik birokrasi.

Ketika indikasi pelanggaran teridentifikasi, penegakan hukum harus berjalan cepat, profesional, dan tanpa diskriminasi. Prinsip persamaan di depan hukum harus ditegakkan dengan tegas. Tidak ada amnesti bagi siapa pun yang terbukti mencuri hak anak bangsa, terutama dari program yang menyentuh aspek vital kesehatan dan masa depan generasi muda.

Mendukung MBG tidak berarti menutup mata terhadap segala penyimpangan. Sebaliknya, dukungan yang sesungguhnya justru tercermin dari keberanian melakukan pengawasan, kritik konstruktif, dan pelaporan terhadap setiap anomali. Kita harus mampu membedakan dengan jelas antara tujuan program kebaikan dengan kebusukan oknum yang menciderainya.

Pada akhirnya, mari kita tegaskan kembali komitmen bersama: Pertahankan MBG karena ia adalah harapan bagi kemanusiaan; berantas malingnya karena mereka adalah ekosistem ekosistem dan perusak ekosistem. Program harus terus berjalan memberikan manfaat, sementara pelaku kejahatan harus diproses sesuai hukum yang berlaku demi terwujudnya keadilan sosial yang sejati .***

Leave a Response