
Ditulis Oleh : H. Iding Mashudi
Tanggal : Sabtu , 13 Juni 2026
BANDUNGPOS ID – Penghujung tahun kalender Hijriah hadir bukan sekadar sebagai pergantian angka dalam penanggalan, melainkan sebagai momentum reflektif yang sangat agung bagi setiap insan Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Waktu yang telah berlalu adalah keniscayaan yang tidak akan pernah kembali, sementara setiap amal perbuatan yang terukir di sepanjang perjalanan itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, momen ini menjadi kesempatan emas untuk memancarkan kualitas hidup selama satu tahun terakhir.
Selama berlalunya tahun 1447 Hijriah, tentu rentetan peristiwa telah kita lalui, mulai dari anugerah kebahagiaan hingga ujian kesulitan. Segala dinamika tersebut merupakan bagian dari takdir Ilahi yang menyimpan hikmah secara mendalam di dalamnya. Saat kita merenung, sangat penting untuk bertanya pada hati sendiri: apakah kualitas ibadah kita semakin meningkat, apakah hubungan silaturahim dengan sesama semakin harmonis, dan apakah kita telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan sesama makhluk?
Lebih jauh lagi, akhir tahun ini juga menjadi pengingat tak terbantahkan bahwa usia manusia senantiasa berkurang. Setiap detik yang berlalu membawa kita semakin dekat ke garis akhir kehidupan. Maka, sangatlah merugi jika waktu yang berharga ini disia-siakan untuk hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat, seperti memperpanjang permusuhan, menyebarkan fitnah, atau saling menjatuhkan. Sebaliknya, mari kita isi sisa usia dengan amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta kepedulian yang tulus terhadap sesama.
Kesalahan dan kekhilafan yang pernah dicatat, tidak dijadikan beban yang menjerat, melainkan pelajaran berharga untuk perbaikan. Tiada manusia yang luput dari kesalahan, namun manusia terbaik adalah mereka yang berani mengakui kesalahan dan bertekad kuat untuk memperbaiki diri. Penghujung tahun ini menjadi saat yang paling tepat untuk memperbanyak istighfar, permohonan maaf-Nya yang luas, serta merestorasi hubungan dengan orang-orang yang pernah tersakiti.
Memasuki gerbang tahun baru Hijriah, marilah kita menata kembali niat dan harapan dengan lebih cemerlang. Jadikan pengalaman masa lalu sebagai bekal hikmah untuk melangkah lebih bijaksana di masa depan. Tingkatkan keimanan, perkokoh ukhuwah, dan kobarkan semangat kebaikan demi meraih ridha Allah SWT sebagai tujuan utama.
Semoga penghujung tahun 1447 Hijriah ini menjadi titik tolak transformasi menuju kehidupan yang lebih bermakna dan berkah. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita, mengampuni segala dosa dan khilaf, serta senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menapaki sisa perjalanan hidup ini. “””





