Uncategorized

Unisba dan Itenas Gelar Kajian Ramadan Bersama ADRI Jabar, Tegaskan Ramadan sebagai Bulan Prestasi

80views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Nasional (Itenas) menggelar Kajian Ramadan bersama Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jawa Barat pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan bertema “Ramadan, Bulan Prestasi” tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Dalam kegiatan ini, unsur dari Unisba turut terlibat dalam berbagai peran penting selama acara berlangsung. Dr. Parihat, Dra., M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M), bertindak sebagai pemandu acara sekaligus moderator. Sementara itu, doa pembuka dipimpin oleh Dr. Fahmi Fatwa Rosyadi, S.H., S.Sy., M.S.I., Sekretaris LPI3M.

Kajian Ramadan tersebut menghadirkan Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, ia mengulas makna serta hikmah Ramadan sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri.

Menurut Miftah Faridl, Ramadan tidak hanya dikenal sebagai bulan ibadah, tetapi juga memiliki sejarah panjang sebagai bulan yang penuh dengan berbagai capaian besar dalam peradaban Islam. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan, seperti Perang Badar, penaklukan Kota Makkah, serta berbagai kemenangan umat Islam lainnya.

Peristiwa-peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa ibadah puasa tidak menghambat semangat perjuangan maupun produktivitas umat Islam.

“Ramadan adalah bulan prestasi. Banyak kemenangan besar dalam sejarah Islam justru terjadi ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa. Hal ini menunjukkan bahwa puasa bukanlah penghalang untuk berkarya dan berjuang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga. Puasa yang bermakna juga harus disertai dengan peningkatan ibadah, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta kemampuan mengendalikan diri.

Menurutnya, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan tersebut tercermin melalui sikap-sikap mulia, seperti kejujuran, kemampuan mengendalikan emosi, kesediaan untuk memaafkan, serta kepedulian untuk berbagi dengan sesama.

Miftah juga mengingatkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter sekaligus memperbaiki kualitas diri.

“Ramadan harus menjadi bulan berbagi, bukan bulan meminta. Orang yang berhasil ditempa oleh ibadah puasa adalah mereka yang memiliki kejujuran, kesabaran, dan mampu menahan amarah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. turut menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk melakukan evaluasi diri sekaligus merencanakan masa depan.

Mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, ia menegaskan bahwa setiap manusia diperintahkan untuk mempersiapkan masa depan dengan penuh kesadaran dan ketakwaan.

“Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan berkah, bulan prestasi, sekaligus bulan perencanaan masa depan. Allah mengingatkan kita agar setiap diri melihat apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok,” ujarnya.(ask)***

Leave a Response