Bandung Raya

Film Purnama 2026 Tayangkan Empat Film Independen, Animator Cilik 9 Tahun Curi Perhatian

142views

BANDUNGPOS.ID. bandungpos.id (NMN) — Film Purnama 2026 menayangkan empat karya sinema independen di Bandung Creative Hub (BCH), Jumat (24/7/2026). Selain pemutaran film dan diskusi, penampilan animasi karya Mahal Sanghyang Ayodhia, kreator cilik berusia 9 tahun, menjadi kejutan yang menyita perhatian peserta.

Kegiatan berlangsung hangat dengan melibatkan sineas, pelajar, akademisi, dan masyarakat umum. Film Purnama tidak hanya menjadi ruang pemutaran karya, tetapi juga forum untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan perfilman Indonesia.

Acara dibuka dengan sambutan Kiki Melinda selaku Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Kiki menyampaikan pentingnya menyediakan ruang apresiasi bagi sineas muda dan pelaku ekonomi kreatif. Kehadiran ruang tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem perfilman di daerah.

Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Film juga dapat menjadi media pelestarian budaya, penyampaian gagasan, dan penggerak sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di Jawa Barat.

Ajeng Safitri Adriani memandu seluruh rangkaian acara sejak pembukaan hingga penutupan dengan suasana yang komunikatif.

Empat Film dengan Pendekatan Berbeda

Film Purnama 2026 menghadirkan empat film pilihan dengan pendekatan cerita yang beragam, mulai dari fiksi hingga dokumenter.

Perfecting a Flaw Until Nothing Remains (2026) produksi Kupukupu.production mengajak penonton merenungkan kehidupan manusia, pencarian kesempurnaan, dan penerimaan diri melalui bahasa visual yang puitis.

Saucap Nyata (2025) produksi Framemograph menyajikan dokumentasi yang dekat dengan realitas sosial. Film tersebut mengangkat potret kehidupan secara jujur dan membumi.

Sementara itu, Rogahala (2025) produksi Shootclick Pictures menawarkan eksplorasi sinematik melalui kekuatan narasi dan atmosfer visual yang khas.

Rangkaian pemutaran ditutup dengan Bandung Kota Kembung (2025), film dokumenter karya sutradara Sani Nasril. Dokumenter tersebut mengajak penonton mencermati dinamika perkotaan Bandung melalui perspektif kritis dan humanis.

Sineas dan Penonton Berdialog

Pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi dalam dua segmen. Nasya Alifa Ramadani memandu sesi tersebut sebagai moderator.

Diskusi berlangsung interaktif antara para pembuat film dan penonton. Sejumlah topik dibahas, mulai dari proses kreatif, teknik penyutradaraan, pemilihan tema, hingga pertimbangan visual dalam produksi film.

Sesi tersebut memperlihatkan bahwa film bukan sekadar media hiburan. Sinema juga dapat menjadi ruang percakapan, pertukaran pengalaman, dan pengayaan perspektif.

Animator Cilik Tampilkan Animasi KDM

Kejutan muncul di tengah acara ketika layar menampilkan animasi karakter Kang Dedi Mulyadi Cilik. Tayangan yang tidak diumumkan sebelumnya itu langsung mengundang kekaguman peserta.

Rasa penasaran penonton terjawab ketika pembawa acara mengundang kreator animasi tersebut ke atas panggung. Sosok di balik karya itu ternyata Mahal Sanghyang Ayodhia, animator cilik berusia 9 tahun.

Kemunculan Mahal disambut tepuk tangan meriah. Peserta tidak menyangka animasi yang ditampilkan merupakan karya seorang anak usia sekolah dasar.

Kehadiran Mahal menjadi salah satu momen paling berkesan dalam Film Purnama 2026. Karyanya membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia.

Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa regenerasi insan kreatif Indonesia dapat tumbuh sejak dini apabila anak-anak memperoleh kesempatan, dukungan, dan ruang untuk berkarya.

Ruang Kolaborasi Sinema Independen

Film Purnama 2026 kembali memperkuat posisinya sebagai ruang kolaborasi bagi pegiat sinema independen. Kegiatan ini mempertemukan karya dengan penonton sekaligus membuka peluang jejaring dan kerja sama antarsineas.

Kolaborasi komunitas perfilman, pemerintah, akademisi, pelajar, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem sinema yang inklusif, kritis, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan Film Purnama di Bandung Creative Hub diharapkan terus berlanjut sebagai agenda apresiasi yang mampu melahirkan karya baru, membuka peluang kolaborasi, dan menginspirasi generasi muda untuk berkarya melalui film.

(alfa/nmn)*

Leave a Response