Bandung RayaKampusianaPendidikan

Tim PKM LPPM Unisba Selenggarakan Bimtek dan Expo ‘Halalpreneurship Excellence’

517views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan para pengusaha bersertifikasi halal untuk meraih peluang di pasar halal global, Tim PKM LPPM Unisba menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Expo bertajuk Halalpreneurship Excellence. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan praktis serta strategi inovatif agar bisnis halal dapat dikelola secara berkelanjutan dan kompetitif, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan tema besar, “Membentuk Wirausaha Berbasis Halal yang Berdaya Saing Global,” acara ini dirancang untuk memberdayakan para pelaku usaha.

Rangkaian Kegiatan PKM

Program ini melibatkan tiga kegiatan utama: Training For Trainer ASPAMI#02 melalui Zoom Meeting (Sabtu, 11/1) , implementasi sertifikat halal dalam bentuk bazar, serta pelatihan dan bimbingan teknis bagi pemegang sertifikat halal.

Bimtek yang digelar pada Rabu (23/1) di Gedung LPPM Unisba menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Materi pertama, “Kunci Sukses Bisnis Halal: dari Sertifikasi Hingga Strategi Pasar,” disampaikan oleh Dr. Anne Ratnasari, M.Si. Selanjutnya, Dr. Sri Suwarsi, M.Si membahas topik “Meningkatkan Daya Saing Pengusaha Halal di Era Ekonomi Berkelanjutan.” Dua materi lainnya, yaitu “Menjadikan Sertifikasi Halal Sebagai Kekuatan Inovasi dan Keunggulan Kompetitif,” disampaikan Dr. Kiki Zakiah, M.Si bersama Dr. Nurul Chotidjah, MH.

Selain itu, Expo Produk Halal yang diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari Bandung dan sekitarnya berlangsung pada Kamis (23/1). Dalam kegiatan ini, peserta memamerkan beragam produk halal inovatif.

Strategi dan Tantangan dalam Bisnis Halal

Dalam pemaparannya, Dr. Anne Ratnasari menyoroti laporan Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2022, yang menempatkan Indonesia di peringkat keempat dalam sektor ekonomi Islam global. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan para pengusaha di bidang makanan, minuman, fashion, kosmetik, hingga keuangan syariah.

Menurut Dr. Anne, membangun bisnis halal memerlukan langkah strategis, seperti memperoleh sertifikasi halal dari lembaga terpercaya seperti MUI atau BPJPH, memahami kebutuhan konsumen Muslim, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan strategi pemasaran modern. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan media sosial secara efektif, membangun jaringan distribusi yang efisien, serta menjalin komunikasi dengan konsumen dan mitra bisnis untuk meningkatkan loyalitas.

Sertifikasi Halal sebagai Keunggulan Kompetitif

Dr. Kiki Zakiah dan Dr. Nurul Chotidjah menguraikan betapa pentingnya sertifikasi halal dalam menciptakan keunggulan kompetitif di pasar global. Dengan nilai pasar halal yang terus meningkat, produk bersertifikasi halal mampu menarik konsumen Muslim maupun non-Muslim. Sertifikasi halal kini menjadi simbol global untuk kualitas, kebersihan, dan etika dalam produk dan layanan.

Namun, tantangan seperti biaya sertifikasi yang tinggi dan regulasi yang bervariasi tetap menjadi kendala bagi pengusaha. Meski begitu, manfaatnya jauh lebih besar, terutama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Potensi Pasar Halal Global

Dr. Nurul Chotidjah menambahkan, populasi Muslim yang mencapai lebih dari 1,9 miliar orang menjadi motor utama pertumbuhan pasar halal global. Bahkan, konsumen non-Muslim semakin tertarik pada produk halal karena dianggap lebih berkualitas dan diproduksi secara etis. Diperkirakan, nilai pasar halal global akan mencapai USD 2,4 triliun pada 2024.

Dengan mengintegrasikan etika bisnis Islam, transparansi, dan inovasi dalam strategi bisnis, sertifikasi halal tidak hanya menjadi kebutuhan religius tetapi juga aset strategis dalam persaingan global. Sertifikasi ini memungkinkan perusahaan menciptakan produk yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memiliki daya tarik universal, menjadikan halalpreneurship sebagai pilihan bisnis yang menjanjikan untuk masa depan.(ask/png)

Salah satu stand Sate Maranggi Pak Didin yang cukup ramai dikunjungin para pembeli. PKM ini dibagi menjadi tiga kegiatan, Training For Trainer ASPAMI#02via zoom meeting (Sabtu, 11/1), implementasi sertifikat halal (dalam bentuk Bazar) dan bimbingan pemegang sertifikat halal serta pelatihan. (foto: ask/png)

Leave a Response