Kolom Sosial Politik

Teror, Teror, Teror!

83views

 

Oleh: Ridhazia

Diberitakan, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diteror setelah mengkritisi Presiden Prabowo.

Teror yang bernada intimidasi itu dikirim dari nomor berawalan kode negara Inggris.

Tidak ada keterangan dari Istana terkait teror itu. Kecuali imbauan agar mahasiswa bertanggungjawab dalam mengkritisi pemerintah.

Keharusan Sejarah

Melawan penguasa bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi sebagai narasi kritis ke hadapan penguasa.

Bukan ambisi “merebut” kekuasaan, melainkan sebuah keharusan sejarah untuk merawat kewarasan tentang keadilan sosial dan demokrasi.

Apa yang dinyatakan mahasiswa UGM sebagai isyarat kalau negara dianggap gagal menjamin keselamatan rakyat dan mencederai hak asasi manusia.

Bukan Anarkisme!

Dan, perlawanan mahasiswa ini bukanlah anarkisme, melainkan perjuangan kolektif melawan kebijakan presiden.

Sebuah perlawanan intelektual berdasarkan data, kepedulian sosial, dan idealisme, bukan kepentingan politik praktis.*

     * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response