Kolom Sosial Politik

Skandal Riset Palsu?

17views

 

Oleh: Ridhazia

DUGAAN skandal penelitian palsu yang melibatkan peserta asal Indonesia mencuat dalam ajang International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026.

ISPPD merupakan konferensi ilmiah terkemuka yang tahun ini dihadiri lebih dari 1.300 peserta dari 86 negara.

Kasus ini menjadi sorotan setelah epidemiolog Indonesia yang tengah menempuh studi doktoral di Oxford University, Wa Ode Dwi Daningrat.

Ia yang pertama membongkar berbagai kejanggalan yang ditemukannya dari hasil penelitian asal Indonesia selama konferensi berlangsung.

Curiga

Salah satu hal yang paling mencurigakan adalah klaim pengumpulan data primer di wilayah dataran tinggi Andes, Peru, tanpa melibatkan kolaborator lokal sama sekali. Dalam praktik riset internasional, hal tersebut dinilai hampir mustahil dilakukan.

Juga terungkap bahwa para peneliti mempresentasikan data riset yang diduga dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI) dan menggunakan identitas palsu.

Belum ada Klarifikasi

Pihak yang diguga memalsukan penelitian hingga saat ini belum memberikan klarifikasi. Demikian pula institusi dan perguruan tinggi dimana para peneliti mengaku berasal.

Dugaan sementara skandal ini diduga kuat dilakukan untuk mendapatkan pendanaan perjalanan (travel grant) ke luar negeri dan mengejar pengakuan instan itu.

Berprestasi

Para peneliti yangmemalsukan riset ini sebelumnya pernah meraih medali emas dalam ajang The Egyptian International Invention and Innovation Exhibition (EGYPTINVENT) 2016 di Kairo, Mesir yang berlangsung pada 8-10 Maret 2016, sebagaimana dikutip dari laman resmi UNY.

Selain itu, para peneliti juga sempat tergabung dalam tim Departemen Pengembangan Kreativitas Mahasiswa BEM KM UNY yang berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang The 2nd World Invention and Innovation Forum (WIIF) di Foshan, China, pada 22-25 November 2017.

Riset Palsu : Mengarang Bebas

Riset palsu adalah sebuah bentuk pelanggaran akademik atau ilmiah yang melibatkan manipulasi, pemalsuan, atau fabrikasi data penelitian untuk menciptakan temuan yang sebenarnya tidak valid atau tidak pernah dilakukan secara nyata tapi seolah-olah sebuah eksperimen benar-benar terjadi. *

  * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response