Kolom Sosial Politik

Mengapa Militer AS Kabur dari Pertempuran Melawan Iran?

22views

 

Oleh: Ridhazia

KALAU  perang AS vs Iran sepi dari pemberitaan, karena militer AS sudah “kabur” dari medan pertempuran di kawasan Teluk Persia.

Agresi militer AS itu alih-alih melumpuhkan negara Islam Iran malah diakhiri sejak awal Mei 2026. Dan, kedua belah menyepakati gencatan senjata.

Mengapa Iran begitu kuat?

Ternyata menurut analisis militer Barat, Iran memiliki doktrin khusus. Pemimpin negara Islam itu menerapkan Perang Attrisi.

Doktrin perang ini intinya bagaimana mengubah perang menjadi konflik yang panjang dan melelahkan musuh sehingga memaksa lawan menghadapi medan pertempuran yang kacau dan tidak berpusat pada satu titik.

Jika rantai komando terputus atau pemimpin tertinggi terbunuh pasukan di lapangan tidak akan menunggu instruksi dari pusat. Tapi bertindak berdasarkan arahan dan skenario perang yang telah ditentukan sebelumnya.

Pertahanan Mozaik

Secara teoritis, militer Iran dalam melawan Amerika Serikat dan Israel menggunakan apa yang disebut
Mosaic Defense, sebuah model pertahanan dirancang agar negaranya tetap mampu berperang dan mempertahankan diri meskipun infrastruktur utamanya hancur atau kendali pusat lumpuh.

Setiap wilayah atau unit memiliki intelijen, gudang senjata, bahan bakar, dan rantai pasokan sendiri. Jika markas atau instalasi di satu wilayah dihancurkan, wilayah lain tetap memiliki kemampuan tempur mandiri.

Untuk diinggat kembali, erang terbuka antara Amerika Serikat vs Iran berlangsung sekitar dua bulan. Konflik skala besar yang dimulai pada 28 Februari 2026.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response