RUU Perkotaan: Titik Balik Menuju Kota Inklusif dan Berkeadilan
Oleh Farhan Helmy RUU PERKOTAAN: Titik Balik Menuju Kota Inklusif dan Berkeadilan SENIN-- kemarin berkesempatan menyampaikan pandangan kritis dalam Forum Group Discussion (FGD) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Perkotaan yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bekerja sama dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. Saya menekankan satu hal mendasar: kekacauan tata ruang telah menjadi hal yang terlembagakan. Mulai dari sungai bantaran yang tersertifikasi sebagai lahan pribadi, alih fungsi lahan skala besar tanpa mempertimbangkan daya dukung, hingga hilangnya ruang ekologi—bencana di kota bukan lagi hanya persoalan alam,...