Bukan hafalan yang banyak, bukan ceramah yang panjang, tetapi takwa dan akhlak yang menjadi sebab utama seseorang masuk surga. Artinya, sehebat apa pun ilmu yang kita pelajari, jika tidak memperbaiki hati dan sikap, maka kita belum benar-benar mengamalkannya.
BELAJAR-– agama itu bukan hanya soal menambah ilmu, tetapi juga harus semakin memperbaiki diri. Sebab, semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati, semakin santun ucapannya, dan semakin baik akhlaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” (HR Tirmidzi: 2004 dan Ibnu Majah: 4246).
Bukan hafalan yang banyak, bukan ceramah yang panjang, tetapi takwa dan akhlak yang menjadi sebab utama seseorang masuk surga. Artinya, sehebat apa pun ilmu yang kita pelajari, jika tidak memperbaiki hati dan sikap, maka kita belum benar-benar mengamalkannya.
Maka, mari kita terus belajar, sekaligus memperbaiki diri dengan lebih sabar, lebih jujur, lebih santun, lebih pemaaf. Karena, sebaik-baiknya orang berilmu adalah yang akhlaknya paling mulia. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi pribadi yang bertakwa dan berakhlak dengan baik, amin.
Allahu Ta’ala a’lam bishawab.
__
Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya’.” [HR Muslim] **Penulis Pimp Ponpes Al-Qur’an, Kabupaten Bandung





