
BANDUNG, Bandung Pos. Id: Meski kontestasi Pemilu 2029 masih menyisakan waktu sekitar tiga setengah tahun lagi, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Jawa Barat tancap gas memanaskan mesin politiknya.
Langkah cepat ini ditandai dengan menggelar agenda krusial bertajuk “Konsolidasi Organisasi Perempuan Dalam Mengawal Penguatan Keterwakilan Politik Perempuan: Refleksi dan Prospek Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi” Nomor 128/PPU-XXIV/2026.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, S.T., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat yang diinisiasi oleh jajaran pengurus HWK Jabar tersebut. Menurutnya, persiapan matang sejak dini menjadi kunci penting bagi kemenangan partai ke depan.
”Ini adalah langkah awal dari HWK yang patut saya apresiasi. Walaupun pelaksanaan pemilu masih sekitar tiga setengah tahun lagi, teman-teman HWK sudah curi start mempersiapkan kader-kader perempuan yang siap bertaruh dan berkompetisi di Pileg 2029,” ujar Daniel Mutaqien saat disela-sela kegiatan, di Rooftop DPRD Jabar, Sabtu (6/6/2026).
Pria yang akrab disapa Kang Daniel ini juga berharap, geliat positif ini menular ke organ-organ perempuan Partai Golkar lainnya di Tanah Pasundan. Sehingga, partai berlambang pohon beringin ini tidak akan kelabakan lagi mencari figur perempuan potensial saat genderang pemilu resmi Ditabuh.
”Kader perempuan Golkar itu sebetulnya sangat banyak dan luar biasa. Kualitas mereka bahkan jauh lebih hebat dibandingkan kader laki-laki. Dengan potensi besar ini, tentu harapannya kita bisa menyapu bersih kemenangan di setiap kontestasi pemilu, baik legislatif maupun eksekutif,” tegas Daniel optimistis
Di samping membahas kesiapan kader perempuan, Daniel juga membeberkan progres pembentukan kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang saat ini dikomandoinya. Ia menyebutkan, struktur internal kepengurusan sudah hampir final sepenuhnya.
”Alhamdulillah, kepengurusan Golkar Jawa Barat sudah hampir selesai, persentasenya sekitar 99 persen. Semua unsur keterwakilan saya pastikan ada di sana, termasuk mengakomodasi kader-kader terbaik dari HWK,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai sisa 1 persen yang belum rampung, Daniel menegaskan tidak ada kendala prinsipil yang berarti dalam proses penyusunan pengurus tersebut.
”Enggak ada kendala sama sekali. Sisa yang 1 persen itu murni hanya masalah diskusi kecil untuk menyempurnakan saja, biar komposisinya makin mantap,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua HWK Jawa Barat, Dr. Sri A Kusumawardani, SH., M.Hum., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan di kursi parlemen. Sesuai dengan roh putusan MK, HWK Jabar siap bertarung habis-habisan.
”Argo menuju 2029 ini terus berjalan, dan sebenarnya waktu itu sebentar lagi. Makanya, sesuai arahan dari Pak Ketua (Daniel Mutaqien), seluruh kader perempuan harus bekerja keras, berjuang, dan saling berkolaborasi,” tutur Sri di dampingi Tati Supriati Irwan sebagian Sekretaris HWK Jabar
Guna memuluskan target besar tersebut, Sri mengaku telah menyiapkan serangkaian program taktis, mulai dari mempergencar sosialisasi hingga menggelar pendidikan politik secara berkala bagi kaum hawa.
”Ke depan kami akan bersinergi dengan Ibu Cucu selaku Ketua KPPG (Kesatuan Perempuan Partai Golkar) Jawa Barat. Kami akan merangkul seluruh organisasi perempuan yang didirikan maupun organisasi sayap di bawah naungan Golkar untuk bergerak bersama,” pungkasnya. (dem***)





