Bandung Raya

Fikom Unisba Hadirkan Diplomat Senior Kemenlu RI, Kupas Peran Komunikasi Global di Era Digital

22views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat wawasan global mahasiswanya melalui kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menghadirkan diplomat senior dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dalam kuliah umum yang membahas komunikasi internasional dan diplomasi publik di era digital.

Kegiatan bertajuk “Redefining Diplomacy: International Communication in Digital Culture” tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-43 Fikom Unisba. Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Dekanat Unisba pada Jumat (5/6/2026) itu diikuti oleh mahasiswa peserta Mata Kuliah Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik.

Dalam kesempatan tersebut, Elizabeth Diana Dewi, B.HSc., M.Ir., yang menjabat sebagai Counsellor dan Diplomat Senior sekaligus Kepala Bagian Umum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenlu RI, menjelaskan bahwa komunikasi internasional kini memainkan peran yang jauh lebih strategis dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, komunikasi antarnegara tidak lagi terbatas pada pertukaran informasi semata. Komunikasi global kini menjadi instrumen penting dalam membangun identitas nasional, memperkuat citra negara, serta meningkatkan pengaruh bangsa di tingkat internasional.

“Perkembangan teknologi telah mengubah cara negara membangun pengaruh dan menjalankan diplomasi. Komunikasi internasional saat ini tidak hanya terkait penyebaran informasi, tetapi juga pembentukan narasi, pengelolaan persepsi publik, hingga pemanfaatan teknologi sebagai sumber kekuatan,” jelas Elizabeth.

Elizabeth juga menyoroti semakin besarnya peran tech diplomacy atau diplomasi teknologi dalam dinamika hubungan internasional modern. Ia menyebut bahwa penguasaan platform digital, tata kelola data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta regulasi teknologi kini menjadi bagian penting dari kompetisi global.

Menurutnya, kekuatan suatu negara saat ini tidak hanya diukur dari aspek ekonomi dan militer, tetapi juga dari kemampuan mengelola teknologi dan informasi secara efektif.

“Komunikasi global bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga tentang apa yang dipercaya, apa yang dilihat, dan siapa yang mengendalikan platformnya. Di balik setiap platform digital terdapat kepentingan, pengaruh, dan kekuatan yang perlu dipahami,” ujarnya.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk lebih aktif mengikuti perkembangan isu internasional, memperluas jejaring global, serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui diskusi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun citra positif Indonesia di mata dunia.

Mahasiswa Didorong Memahami Praktik Diplomasi Secara Nyata

Koordinator Mata Kuliah Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik Fikom Unisba, Dr. Ani Yuningsih, Dra., M.Si., menilai kuliah umum tersebut menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi diplomasi yang berpengalaman.

Ia mengatakan, selain memperkuat pemahaman akademik, kegiatan tersebut juga membantu mahasiswa memahami implementasi diplomasi publik dalam dunia nyata.

“Mahasiswa perlu melihat bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam praktik. Melalui kegiatan ini, mereka dapat memperoleh perspektif baru mengenai peran komunikasi internasional dan diplomasi publik dalam membangun reputasi Indonesia di tingkat global,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma) Fikom Unisba, Prof. Dr. Dedeh Fardiah, Dra., M.Si., menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan komunikasi global saat ini.

Menurutnya, transformasi digital telah mengubah pola komunikasi antarbangsa sekaligus menghadirkan peluang dan tantangan baru yang harus dipahami oleh generasi muda.

Dedeh berharap kuliah umum tersebut mampu memperluas perspektif mahasiswa mengenai komunikasi global, meningkatkan sensitivitas terhadap dinamika ekosistem digital, serta membekali mereka dengan kemampuan adaptasi yang diperlukan dalam menghadapi perubahan yang terus berlangsung.

“Mahasiswa komunikasi tidak cukup hanya memahami teori komunikasi internasional. Mereka juga harus mampu membaca perkembangan global, memahami perubahan ekosistem digital, dan siap berkontribusi dalam berbagai isu komunikasi di tingkat internasional,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Fikom Unisba menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, literasi digital yang kuat, serta kesiapan untuk berperan dalam dinamika komunikasi internasional di masa depan. (askur/png)

Leave a Response