SPeSIA dan 2nd VISION 2026 Perkuat Reputasi Riset Unisba, Hasilkan 1.152 Artikel Ilmiah dan Perluas Kolaborasi Internasional

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada riset berdampak melalui pengembangan penelitian, diseminasi karya ilmiah, serta penguatan jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Penelitian Sivitas Akademika (SPeSIA) 2026 Batch II dan 2nd VISION 2026 yang berlangsung di Aula Utama Unisba dan disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (11/8/2026).
Mengangkat tema “Strengthening the SDGs Through Impactful Research in the Era of Artificial Intelligence”, forum ilmiah ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus memperkuat kontribusi riset dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penyelenggaraan kegiatan melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai co-host, yakni Universitas Bhakti Kencana, Politeknik Al Islam Bandung, Politeknik Pajajaran, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, serta Universitas 17 Agustus Samarinda. Selain itu, Holy Child College Filipina turut berpartisipasi sebagai mitra internasional sehingga memperkuat dimensi global forum ilmiah tersebut.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa SPeSIA terus dikembangkan dari forum penelitian internal menjadi wadah yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mempublikasikan sekaligus mendiseminasikan hasil riset mereka.
Menurutnya, semakin banyaknya perguruan tinggi yang terlibat menunjukkan bahwa SPeSIA dan VISION telah berkembang menjadi jembatan kolaborasi akademik lintas institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“SPeSIA harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide, hasil penelitian, terutama dari tugas akhir, sekaligus belajar mendiseminasikan karya ilmiah kepada masyarakat akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan melakukan penelitian harus diimbangi dengan kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian kepada publik sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu menyampaikan hasilnya. Dengan demikian, mereka memiliki pola pikir yang matang dan mampu mengimplementasikan hasil penelitiannya ketika terjun ke dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan pentingnya membangun karakter lulusan Unisba melalui nilai mujahid, mujtahid, dan mujaddid (3M). Penelitian, menurutnya, merupakan salah satu wujud aktualisasi intelektual mahasiswa yang diharapkan mampu melahirkan inovasi dan pembaruan bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses penyusunan karya ilmiah, namun tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir kritis maupun tanggung jawab akademik mahasiswa.
“Jangan sampai menjadi sarjana AI, yaitu lulusan yang seluruh proses berpikirnya diserahkan kepada kecerdasan buatan. Yang belajar di Unisba adalah mahasiswa, sedangkan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu,” tegasnya.
SPeSIA dan VISION Perkuat Internasionalisasi Kampus
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, S.E., M.Si., mengatakan SPeSIA merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah diseminasi hasil penelitian sivitas akademika dari berbagai disiplin ilmu.
Sementara itu, 2nd VISION 2026 menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Unisba melalui forum ilmiah yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara.
“SPeSIA menjadi media diseminasi penelitian lintas disiplin ilmu, sedangkan VISION menjadi forum internasional yang memperkuat dialog akademik dan kolaborasi mahasiswa dari berbagai negara,” ujarnya.
Tahun ini, kedua kegiatan tersebut berhasil menghasilkan 1.152 artikel ilmiah, terdiri atas 1.085 artikel nasional dan 67 artikel internasional.
Kontribusi artikel nasional berasal dari seluruh fakultas di lingkungan Unisba, dengan Fakultas Ilmu Komunikasi menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 182 artikel, disusul Fakultas Farmasi dan Sains 158 artikel, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 148 artikel, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis 139 artikel.
Selanjutnya, Fakultas Psikologi menghasilkan 100 artikel, Fakultas Teknik dan Fakultas Syariah masing-masing 96 artikel, Fakultas Hukum 50 artikel, Fakultas Dakwah 40 artikel, dan Fakultas Kedokteran 9 artikel.
Sementara itu, 2nd VISION 2026 menghasilkan 67 artikel internasional, terdiri atas 41 artikel bidang sosial-humaniora dan 26 artikel bidang sains dan teknologi, termasuk karya ilmiah peserta dari Filipina melalui kerja sama dengan Holy Child College.
Menurut Dr. Asnita, forum ilmiah internasional seperti ini menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan reputasi Unisba di tingkat global.
Untuk memperluas akses terhadap hasil penelitian, seluruh artikel diarahkan memiliki Digital Object Identifier (DOI) sehingga lebih mudah ditemukan, diakses, dan dijadikan referensi. Selain itu, artikel juga diproyeksikan terindeks di Google Scholar, Garuda, serta berpeluang dipublikasikan pada Bandung Conference Series (BCS) maupun jurnal ilmiah terakreditasi Sinta yang dikelola Unisba.
Sebagai bagian dari strategi diseminasi ilmu pengetahuan, hasil penelitian peserta juga dipublikasikan melalui media digital, termasuk platform TikTok, dalam bentuk video presentasi dan konten edukatif agar mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Mahasiswa Fikom Unisba Raih Penghargaan The University Best Presenter
SPeSIA 2026 Batch II dan 2nd VISION 2026 juga menghadirkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba, Prof. Dr. Ima Amaliah, S.E., M.Si., sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pencapaian target SDGs melalui riset yang inovatif dan berorientasi pada solusi.
Pada akhir kegiatan, Unisba memberikan penghargaan The University Best Presenter and Article kepada Mesya Febriana dari Fakultas Ilmu Komunikasi yang memperoleh nilai 970 melalui penelitian mengenai hubungan kampanye TOSS TBC dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis melalui akun Instagram @kemenkes_ri.
Kategori Konten Edukasi juga berhasil diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, yakni Ranisa Cahyaning Asri, sebagai juara pertama.
Sementara itu, pada ajang 2nd VISION 2026, penghargaan The Best Presenters diberikan kepada Haya Nailah Ramadhaniah dari Program Studi Statistika, Fakultas Farmasi dan Sains.
Adapun penghargaan The Best Papers diraih M. Nadzir Soleh dari Program Studi Matematika, Fakultas Farmasi dan Sains melalui artikel berjudul “Breast Cancer Classification Based on Gene Expression Data Using Singular Value Decomposition.”(ask)***





