Bandung, BANDUNGPOS.ID – Event Pekan Paralympik Pelajar Kota (Peparpelkot) Bandung adalah salah satu apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung terhadap olahraga penyandang disabilitas.
“Nah oleh karena itu kita harus memperjuangkan dan memperhatikan dari segi sarana dan prasarana. Kemudian anggaran untuk kegiatan yang dilakukan NPCI Kota Bandung dan hal lainnya, bersifat pembinaan,”’ ujar Sekretaris Dinas Dispora Kota Bandung Sigit Iskandar usai membuka Peparpelkot 2025 di GOR Pajajaran Bandung, Senin (28/4/2025).
Sigit mengatakan, ajang seperti Peparpelkot sangat diperlukan karena bibit atlet potensial harus dicari guna mewujudkan regenerasi dikalangan atlet disabilitas. Sigit mengapresiasi animo peserta Peparpelkot yang sempat vakum selama 8 tahun.
“Tercatat ada 335 peserta yang hadir. Jumlah ini bisa memotivasi calon peserta lainnya untuk lebih percaya diri mengikuti Peparpelkot ditahun berikutnya. Biasanya penyandang disabilitas rasa percaya dirinya kurang. Jadi ajang ini saya kira bisa menumbuhkan rasa percaya diri untuk meraih prestasi,” ungkap Sigit.
Untuk memunculkan mental yang kuat – tutur Sigit, yang pertama tentunya harus meningkatkan frekwensi bertanding. Kedua, akan sangat ideal jika dihadirkan psikolog olahraga sehingga mindsetnya akan terbentuk bagus dan ini berefek ke mental.
Menyangkut tuan rumah Pekan Paralympik Daerah (Peparda) tahun depan, Sigit mengatakan hal ini (tuan rumah Peparda – Red) harus diperjuangkan Kota Bandung karena selain membidik prestasi, kapasitas sebagai tuan rumah Peparda bisa memacu motivasi bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung untuk – paling tidak, jadi gemar berolahraga. Sebagai tuan rumah Peparda 2026 efek lainnyapun bisa menyasar sisi ekonomi.
Dikesempatan yang sama, ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan mengatakan animo peserta Peparpelkot 2025 sangat luar biasa. Lantaran itu Yadi menegaskan event Peparpelkot akan digelar setiap tahun supaya jam terbang atlet kian bertambah.
“NPCI Kota Bandung akan terus membina atlet muda berbakat serta memperhatikan masa depan mereka. Dulu atlet disabilitas seolah dipandang sebelah mata. Tapi kini eksistensi mereka sudah sangat diakui. Soal bonus bagi atlet berprestasi juga sangat besar,” ungkap Yadi.
Melihat animo peserta yang sangat besar, NPCI Kota Bandung bersama Dispora serta keinginan dari pelatih dan atlet, kedepannya Peparpelkot bakal naik kelas untuk menambah jumlah cabor yang dipertandingkan. Saat ini Peparpelkot 2025 mempertandingkan 5 cabor masing-masing renang, tenis meja, atletik, catur dan bulutangkis.
“Kenapa hanya 5 cabor yang dipertandingkan, hal ini karena rujukanya ke Pekan Paralympik Pelajar Nasional (Peparpelnas). Tapi karena jumlah peserta Peparpelkot sangat banyak, untuk penyelenggaraan tahun depan tentunya jumlah cabor yang dipertandingkan akan ditambah,” ujar Yadi.
Disisi lain Ketua Pelaksana Peparpelkot NPCI Kota Bandung tahun 2025 Taufik Hidayat mengucap syukur melihat animo jumlah peserta yang sangat banyak. Meski ada kekurangan, menurut Taufik, tekad untuk menjadi penyelenggara yang baik, tetap akan dilakukan.
“Peparpelkot tahun ini diikuti 335 peserta dan 32 Sekolah Luar Biasa (SLB) se Kota Bandung. Selaku ketua pelaksana saya berharap atlet yang bertanding tetap mengedepankan sportifitas bertanding. Bagi kami, atlet yang berprestasi di ajang ini tentunya bakal menjadi aset NPCI Kota Bandung untuk bertandingan di level yang lebih tinggi seperti Peparda dan Peparnas,” kata Taufik.
Taufik mengatakan, saat ini olahraga bukan hal yang tabu lagi. Sekarang atlet disabilitas yang memiliki prestasi bisa memiliki penghasilan yang banyak, misalnya dari bonus peraih emas.
“Pemerintah saat ini sudah mendukung penuh dunia olahraga penyandang disabilitas. Salah satu buktinya antara lain kegiatan Peparpelkot sepenuhnya didukung oleh dana hibah NPCI Kota Bandung,” ujar Taufik. (den)





