Bandung, BANDUNGPOS.ID – Program pertama yang bakal dilaksanakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonsia (PGSI) Jabar adalah menggelar Rapar Kerja (Raker). Namun Raker belum bisa dilaksanakan sebelum ada kepastian nomor pertandingan di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan. Setelah nomor pertandingan muncul, saat itu pula Raker bisa dilaksanakan.
Demikian dikatakan Ketua Umum Pengprov PGSI Jabar H. Yoko Anggasurya di Bandung, Senin (28/4/2025).
“Bagi saya Raker itu merupakan kewajiban organisasi. Jadi apapun masalahnya Raker itu harus tetap terlaksana. Akan halnya nomor pertandingan yang belum keluar, kemungkinan masih dibahas bidang Binpres KONI Jabar,” ujar H. Yoko
Soal Babak Kualifikasi (BK) Porprov cabor gulat, H. Yoko menegaskan bakal digelar d Kota Bandung. Ini kaitannya dengan kota Bekasi yang terlihat belum siap dari sisi sarana. Disisi lain H Yoko berharap bantuan dari KONI Jabar bisa mencukupi seraya menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan Pemprov Jabar terkait masalah pembinaan dan anggaran.
Program lainnya yang juga akan dilakukan Pengprov PGSI Jabar adalah memberangkatkan atletnya ke Malaysia.
“Kami membawa 10 atlet untuk bertandingan di event gulat Terbuka di Malaysia, masing-masing 4 pegulat dari Jabar, 2 diantaranya eks PON, 1 mantan atlet sambo yang pindah ke gulat dan seorang lagi muka baru. Sementara 6 pegulat lagi berasal dari Kota Bandung. Mereka akan bertanding mulai tanggal 16 sampai 20 Mei 2025,” ujar H. Yoko.
Adapun keempat pegulat asal Jabar yang akan bertanding di Malaysia,masing-masing atas nama Sirodjudin, Imas, Juan dan Rio. Selain itu H. Yoko mengatakan, ditahun ini pula Pengprov PGSI Jabar akan menggelar Kejuaraan Tingkat Jawa Barat (Kejubar).
Selain event gulat Terbuka di Malaysia, ada pula Kejurnas di Bali dan Piala Puan Maharani, dan ini semua akan diikuti oleh pegulat-pegulat Jabar.
“Ketiga event gulat tersebut sudah pasti menyangkut anggaran. Seandainya tidak ada bantuan dari KONI Jabar, kemungkinan Pengprov PGSI Jabar hanya bisa mengirimkan 3 atau 4 orang atlet. Tak bisa lebih dari itu,” ungkap H. Yoko. (den)





