
Oleh: Ridhazia
MEMILIH tetap merokok murah menjadi solusi ketimbang tidak ngebul. Masalah rasa, nomor dua. Mengutamakan harga, itu nomor pertama.
Dengan kata lain, tidak penting memilih merek rokok terkenal yang semakin mahal. Apalagi varian rokok baru yang terjangkau jumlahnya melimpah.
Harga rokok mild atau kretek biasa dijual di bawah banderol Rp 20.000 saja. Malah beberapa merek rokok baru yang masih promosi bisa membeli dua, gratis satu.
Downtrading
Fenomena beralihnya ke rokok murah yang dikenal sebagai downtrading, yakni pergeseran konsumsi dari rokok golongan yang lebih mahal ke golongan yang lebih murah.
Sekaligus menjadi indikator daya beli para perokok menurun. Alias memilih yang lebih ekonomi karena secara subjektif, merokok itu bukan karena merek dan harga.
Yang merokok itu bisa meningkatkan suasana hati dan meredakan stres melalui pelepasan zat kimia seperti dopamin dan serotonin di otak. Meski sementara saja.
Surga Perokok
Indoensia di peringkat ke-5 jumlah perokok terbanyak di dunia tahun 2025. Sekaligus memegang posisi peringkat pertama di dunia untuk jumlah perokok aktif.
Menurut prediksi World Health Organization (WHO), Indonesia menjadi “surga perokok” yang diproyeksikan jumlahnya mencapai 38,7% dari total penduduk usia 15 tahun ke atas pada tahun 2025.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.



