
KAB BANDUNG, Bandungpos.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Patuha Resort Rancabali Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026).
Rapat kerja dengan tema “Konvergensi Media di Era Digital dan Pemanfaatan Artifilical Intellience (AI) pada Industri Medi ini dihadiri Ketua PWI Jawa Barat terpilih Tantan Sulthon Bukhawan, Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D Susana, Sekdis Diskominfo Kabupaten Bandung Irma Novita, Camat Rancabali Panpan Risvan, Sekcam Rancabali Iwan Ridwan, dan para peserta Raker pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bandung. Rekar dibuka Ketua PWI Jawa Barat terpilih Tantan Sulthon Bukhawan.
Tantan menyampaikan, untuk memajukan PWI, pentingnya bagaimana sesama anggota PWI bergandengan tangan. Ia mengajak para wartawan untuk menjaga stabilitas. Karena menjaga stabilitas paling mahal.
“Kita sudah cape dengan perbedaan. Kita sudah cape dengan perpecahan. Alhamdulillah sekarang ini kita sudah bareng bareng satu PWI,” ujarnya.
Also ReadPWI Pusat Cabut Pembekuan PWI Jawa Barat
Tantan pun mengungkapkan bahwa wartawan bisa membedakan mana informasi hoaks dan bukan hoaks.
Menurutnya, informasi yang banyak tersebar di media sosial, bisa dibenarkan oleh masyarakat itu bahaya, sekalipun itu berita hoaks. “Teman-teman media/wartawan jadi ujung tombak bisa menjaga proses informasi yang benar. Rekan-rekan bisa menyampaikan informasi secara utuh,” ujarnya.
Tantan berharap produk-produk wartawan bisa meminimalisir informasi hoaks. Apalagi yang sudah mengikuti uji kompetensi wartawan.
Ia juga turut mengungkapkan tentang AI. AI bisa membantu mencari data, dan mencari data pelengkap. AI bisa mempercepat proses jurnalistik. AI bukan untuk mengganti fungsi wartawan.
Tantan juga mengajak wartawan untuk sama-sama menjaga marwah wartawan dan mempertahankan pilar keempat demokrasi di negara Indonesia.
Irma: Pemkab Bandung Berkomitmen Pererat Hubungan dan Pers
Sementara itu Sekertaris Pemerintah Kabupaten Bandung Dinas Komunikasi dan Informatika (Sekdiskominfo) Kabupaten Bandung, Irma Novita, mengatakan Pemkab Bandung berkomitmen untuk terus mempererat hubungan dan sinergi dengan insan pers.
Hal tersebut disampaikan Irma Novita, saat menghadiri hari pertama Rapat Kerja (Raker) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung di Patuha Resort, Selasa (29/9/2026).
Irma Novita berharap momentum ini dapat melahirkan komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara jajaran pemerintah daerah dan para jurnalis. Menurutnya, berbagai dinamika atau persoalan yang sempat muncul ke permukaan selama ini mayoritas dipicu oleh faktor miskomunikasi, bukan karena buruknya program kerja maupun hubungan personal kelembagaan.
“Yang dianggap kurang baik itu sebetulnya sering terjadi karena miskomunikasi saja. Bukan karena programnya tidak baik atau hubungannya yang tidak baik, tetapi mungkin karena jarang bertemu dan jarang berdiskusi,” ujar Irma di hadapan para pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bandung.
Ia menilai, agenda strategis seperti Raker PWI merupakan wadah krusial untuk mencairkan sumbatan komunikasi. Melalui ruang diskusi formal maupun informal dalam kegiatan bersama, pemahaman interpersonal dan profesional antara kedua belah pihak dapat terbangun lebih kokoh.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa sering bersama-sama, hadir bersama, duduk bersama, dan berkegiatan bersama. Insyaallah, hal itu akan membawa kebaikan untuk semua,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekdiskominfo juga menyoroti tantangan krusial yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bandung hari ini di tengah derasnya arus pemberitaan media sosial. Saat ini, publik kerap kesulitan memilah dan membedakan antara produk jurnalistik resmi yang dilindungi kode etik dengan informasi viral yang kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi tersebut, tegas Irma, menjadi pekerjaan rumah (PR) kolektif yang harus dijawab bersama-sama. Diskominfo, Pemerintah Kabupaten Bandung, serta para wartawan dituntut bersinergi lebih kuat demi membanjiri ruang publik dengan pasokan informasi yang akurat, edukatif, dan dapat dipercaya oleh masyarakat luas. (Ads)





