
METRO BANDUNG, bandungpos.id — Inovasi kewirausahaan mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) akan kembali tampil di tingkat nasional. Tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Unisba resmi dilepas untuk mengikuti KMI Expo 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.
Pelepasan delegasi berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Unisba, Jalan Tamansari Nomor 20, Bandung, Jumat (25/9/2026). Tim tersebut membawa Leraklin, inovasi berbasis tumbuhan lerak yang dikembangkan sebagai alternatif detergen.
KMI Expo 2026 menjadi ajang yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi kewirausahaan. Melalui ajang ini, tim P2MW Unisba mendapat ruang untuk memperkenalkan Leraklin serta menunjukkan proses pengembangan gagasan menjadi produk dan bisnis yang nyata.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., mengatakan proses pendampingan tim telah berlangsung sejak penyusunan proposal hingga tahap persiapan menghadapi kompetisi.
Ia menjelaskan, inovasi berbasis tumbuhan tersebut sebelumnya juga telah diperkenalkan melalui kegiatan pertemuan bisnis di Graha Sudirman yang melibatkan jaringan franchise Indonesia.
“Proses pendampingan sudah dilakukan mulai dari penyusunan proposal dan kemudian nanti di KMI Expo akan ada beberapa lomba. Memang karena ini sangat bergengsi di tingkat nasional, perguruan tinggi di seluruh Indonesia itu memang jorjoran,” ujarnya.
Menurut Asnita, KMI Expo menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mengembangkan gagasan kewirausahaan menjadi produk dan bisnis yang dapat dikembangkan secara nyata.
Tahun ini, Unisba mengirimkan satu tim P2MW untuk mengikuti ajang tersebut.
“Ini adalah ajang bergengsi. Jadi kali ini satu tim yang berangkat. Mudah mudahan sebagai penyemangat dan kami dari tim kemahasiswaan, Belmawa akan mendampingi,” katanya.
Rektor Minta Tim Tampilkan Bisnis yang Nyata
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menekankan bahwa KMI Expo 2026 bukan hanya kompetisi mengenai konsep atau gagasan bisnis.
Mahasiswa, menurutnya, harus mampu menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki proses bisnis nyata sekaligus menawarkan keunikan yang membedakannya dengan peserta lain.
“Melalui KMI Expo 2026, ini bukan kompetisi konsep bisnis. Tetapi ini adalah kompetisi real business yang harus kalian pertahankan. Yang harus kalian tunjukkan bahwa ada keunikan yang dilakukan oleh mahasiswa Unisba,” tuturnya.
Harits menilai Leraklin memiliki karakter yang dapat merepresentasikan identitas Unisba sebagai perguruan tinggi Islam. Pemanfaatan tumbuhan lerak sebagai alternatif detergen juga dapat menjadi bahan penjelasan kepada dewan juri mengenai bahan, proses produksi, hingga aspek kehalalan produk.
“Leraklin itu ada karakteristik Unisbanya. Mungkin halal prosesnya dan lain sebagainya bisa dielaborasi untuk menambah nanti. Boleh jadi Dewan Juri itu akan memberikan pertanyaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan tim agar memahami secara komprehensif bahan dan proses produksi Leraklin, termasuk keterkaitannya dengan halal supply chain serta originalitas produk.
Tidak kalah penting, mahasiswa harus mampu menyampaikan keunggulan produk melalui pitching yang jelas dan komunikatif.
“Jadi pitching-nya harus artikulasinya juga harus bagus. Bagaimana cara menyampaikan dengan artikulasi yang jelas sehingga Dewan Juri itu juga bisa memahami apa yang kalian sampaikan,” ujar Harits.
Harits juga memberikan pesan agar mahasiswa mengikuti KMI Expo dengan tekad dan semangat perjuangan. Keberangkatan tim tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga membawa nama baik almamater.
“Ketika tekad itu sudah dibulatkan, azam itu sudah dikuatkan dalam diri kalian, kita hanya bisa bertawakal kepada Allah. Apapun hasilnya yang penting kalian sudah menjalankan DNA-nya, mujahid. DNA sebagai sang pejuang. Membawa almamater Unisba, membawa nama baik Unisba dan juga membawa nama baik diri kalian,” ucapnya.
Ia meminta tim tetap berusaha secara maksimal dan menerima hasil akhir kompetisi dengan penuh rasa syukur.
“Setelah selesai acara, menang ataupun kalah, yang penting kalian sudah berjuang optimal. Berjuang optimal kemudian bertawakal kepada Allah. Hasil apapun itulah yang harus kita syukuri,” katanya.
Leraklin Bawa Pesan Nilai Islam
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba, Prof. Dr. Sri Fadilah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., turut memberikan dukungan kepada tim P2MW.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam KMI Expo merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi yang telah berlangsung cukup panjang dengan dukungan pimpinan universitas.
“Alhamdulillah hari ini kita semua pada titik ini, artinya melalui proses yang panjang. Tentu saja saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pimpinan universitas yang selama ini memberikan dukungan yang luar biasa kepada prestasi kinerja dosen dan mahasiswa FEB,” ujarnya.
Sri Fadilah menilai Leraklin dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai Islam melalui karya dan inovasi mahasiswa.
Identitas Unisba sebagai universitas Islam, menurutnya, dapat tercermin melalui produk yang dikembangkan sekaligus cara mahasiswa menjalankan dan mempertanggungjawabkan proses bisnisnya.
“Ini juga bagian dari dakwah. Kita menyampaikan bahwa ada hal hal yang memang Islam itu ke depan bisa kita sampaikan. Dengan Leraklin itu artinya kita sudah mengusung inilah Islam dan kita sebagai Universitas Islam, pasti karya tim ini akan dikaitkan dengan Universitas Islam Bandung,” tutur Sri Fadilah.
Ketua Tim P2MW Delegasi KMI Expo 2026, Fadla Rahmawati Deliani, mengatakan keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk menunjukkan hasil kerja dan persiapan yang telah dilakukan.
“Ini kesempatan untuk kami mengikuti KMI Expo. Dan untuk saya pribadi, semoga apa yang sudah kita perjuangkan dan kerjakan akan mendapatkan hasil yang terbaik. Mohon doa dan dukungan untuk kami di Purwokerto nanti,” ungkapnya.
Tim P2MW Unisba terdiri atas Fadla Rahmawati Deliani sebagai ketua, Fauzan Nurzaman dan Astri Fitriyanti sebagai anggota. Tim didampingi oleh dosen pembimbing Haryaman Justisia Sulaiman, S.M., M.A.B.
Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Hikmat Taofiq, S.Ag., Kepala Seksi Penalaran, Kreativitas, dan Pengembangan Mental Kebangsaan Liza Dzulhijjah, S.H., M.H., Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan FEB Dr. Handri, S.E., M.M., Kepala Seksi Administrasi Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Deni Saptawan, S.T., serta Staff Temporary Kemahasiswaan Universitas Faisal Maulana, S.I.Kom., M.I.Kom.
Dengan membawa Leraklin ke KMI Expo 2026, tim P2MW Unisba diharapkan mampu memperlihatkan proses pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memiliki nilai manfaat, membawa identitas keislaman, dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.(ask)***





