Kabupaten/Kota

Dongkrak Profesionalisme Relawan Sosial, FISIP UWKS Gelar Pelatihan Asesmen BPSS

Gelar Pelatihan Asesmen BPSS

43views

SURABAYA, Bandungpos.id (25/09/2026) – Guna mendongkrak profesionalisme dan efektivitas pelayanan bagi kelompok rentan, Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) resmi memperkuat kapasitas puluhan relawan kemanusiaan di Kota Pahlawan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), FISIP UWKS menggelar pelatihan intensif mengenai Asesmen Kasus Model Biopsikososialspiritual (BPSS) di Aula Yayasan Pondok Kasih (YPK), Keputih, Surabaya.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Relawan Sosial Dalam Asesmen Kasus Melalui Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial Di Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Surabaya”. Kegiatan ini bertujuan: meningkatkan pengetahuan relawan sosial tentang dasar-dasar pekerjaan sosial; meningkatkan kompetensi relawan sosial dalam melakukan asesmen kasus sosial; dan meningkatkan kemampuan relawan sosial dalam merancang intervensi kasus secara tepat dan etis. Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Pondok Kasih, Keputih, Surabaya ini dihadiri oleh 32 relawan sosial yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring).

Acara ini merupakan realisasi nyata dari perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada Agustus 2025 oleh Dekan FISIP UWKS (Sugeng Pujileksono), dan Ketua Yayasan Pondok Kasih Surabaya, Indah Wati, B.A.

Indah Wati mengapresiasi kemitraan ini sebagai kolaborasi yang sangat produktif. Dalam kata sambutan Ketua Yayasan Pondok Kasih yang dibacakan Wiwik Widyawati (Asisten Eksekutif) YPK “YPK mengucapkan puji syukur atas terselenggaranya pelatihan ini dan mengapresiasi atas realisasi kerja sama antara YPK dengan FISIP UWKS. Pelayanan sosial merupakan perpaduan antara pelayanan dan kasih secara profesional. Hati yang melayani tanpa didasari pengetahuan, maka kurang berdampak. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini dapat meningkatan value dan kapasitas relawan sosial”.

Sebelum pelatihan ini, FISIP UWKS telah aktif mengirimkan timnya untuk memajukan yayasan, antara lain: Prodi Ilmu Perpustakaan dengan kegiatan mengembangkan manajemen mobil pintar dan literasi anak-anak pengunjung mobil pintar (24 September 2026). Prodi Kesejahteraan Sosial dengan menyelenggarakan pelatihan dasar-dasar pekerjaan sosial (29 Agustus 2025) serta manajemen Human Services Organisation/HSO (10 April 2026). Dengan rangkaian kegiatan ini, menurut Johny R.M. Sirait (Koordinator Relationship), kerja sama dengan FISIP UWKS ini merupakan kerja sama yang sangat produktif, karena beberapa kegiatan telah dilaksanakan secara baik dan ini dapat dijadikan model untuk kerja sama dengan perguruan tinggi lain”.

Integrasi Teori dan Praktik Lapangan
Pemaparan materi intensif berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Sebelum materi dimulai, para peserta terlebih dahulu mengisi formulir pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka dan di akhir kegiatan peserta mengisi formulir pos-test. Tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta tentang asesmen BPSS.
Materi utama mengenai Asesmen Biopsikososialspiritual (BPSS) disampaikan langsung oleh Sugeng Pujileksono selaku Ketua Tim PkM. Dalam pelaksanaannya, Sugeng didampingi oleh anggota tim dosen dan mahasiswa, yaitu Heru Dwi Herbowo, Chriestine Lucia Mamuaya, dan Gladis Sagita Putri. Tidak hanya mendengarkan teori, para relawan juga langsung melakukan praktik mengisi formulir asesmen BPSS untuk kasus individu serta asesmen komunitas. Dalam sambutannya, Heru Dwi Herbowo yang juga selaku Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial menyampaikan bahwa pentingnya penguasaan asesmen BPSS bagi relawan sosial di LKS sebelum melakukan intervensi sosial. Pemilihan Yayasan Pondok Kasih sebagai mitra PkM bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan dan pengajaran dengan pengabdian masyarakat. Kami ingin menempatkan yayasan ini sebagai laboratorium berbasis LKS yang nantinya juga menjadi wadah praktik dan magang bagi mahasiswa kami. Ketua Tim PkM sekaligus Dekan FISIP UWKS, Sugeng Pujileksono, menegaskan bahwa penguasaan instrumen asesmen BPSS menjadi modal krusial sebelum relawan turun melakukan intervensi di lapangan. Lebih dari sekadar pelatihan searah, kolaborasi ini dirancang sebagai langkah strategis jangka panjang.

Harapan Peningkatan Kapasitas SDM
Dampak positif dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh pihak yayasan. Jordan, salah satu peserta menyampaikan bahwa “kegiatan semacam ini perlu sering dilakukan, agar relawan sosial semakin profesional dalam menjalankan tugasnya mendampingi kelompok rentan yang dibantunya. Kegiatan edukatif seperti ini bisa rutin digelar demi terus mendongkrak kualitas pelayanan di lapangan. Kami berharap kegiatan semacam ini sering dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM yayasan, khususnya bagi para relawan sosial kami yang menjadi ujung tombak pelayanan,” ungkap Jordan. Kegiatan pelatihan yang adaptif dan interaktif ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara seluruh tim PkM FISIP UWKS dan para peserta relawan.**( RM/BNN)

Leave a Response