Bandung Raya

Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unisba Turunkan Mahasiswa Dampingi UMKM Desa Mekarmanik

195views

METRO BANDUNG, bandungpos.id— Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada 17–19 Desember. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester lima dan difokuskan pada perumusan strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Unisba, Dr. Nurfahmiyati, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa KKL merupakan bentuk pembelajaran aplikatif dari mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguji langsung kelayakan usaha yang dijalankan masyarakat desa.

“Mahasiswa kami terjun langsung ke lapangan untuk menilai apakah unit-unit usaha tersebut layak dijalankan dan memiliki peluang untuk dikembangkan,” ungkap Nurfahmiyati.

Sebanyak 32 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini dan dibagi ke dalam enam kelompok. Setiap kelompok mendampingi satu pelaku UMKM dengan jenis usaha yang beragam, mulai dari keripik singkong, singkong beku, madu lebah, manisan pepaya, kopi, hingga sale pisang.

Nurfahmiyati menjelaskan, KKL tahun ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa memetakan potensi unggulan desa, maka pada tahun ini pendampingan difokuskan secara langsung pada penguatan unit usaha yang telah berjalan.

“Tahun lalu kami mengidentifikasi potensi desa, seperti kopi dan bawang. Tahun ini kami masuk lebih spesifik, langsung ke UMKM-nya,” jelasnya.

Selama tiga hari kegiatan, mahasiswa menjalani rangkaian aktivitas yang terstruktur. Hari pertama diisi dengan observasi lapangan serta wawancara menggunakan kuesioner kepada para pelaku usaha. Hari kedua difokuskan pada penyusunan analisis dan laporan kelayakan, sementara hari terakhir diakhiri dengan presentasi hasil kajian di hadapan perangkat desa dan pelaku UMKM setempat.

Lebih jauh, Nurfahmiyati menegaskan bahwa KKL ini dirancang untuk mendukung konsep Kampus Berdampak, yakni perguruan tinggi yang hadir memberi kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti sebatas kunjungan. Ada tindak lanjut konkret, salah satunya pendampingan pengurusan Sertifikat Halal. Untuk produk ‘Kopi Rasa Galor’, sertifikatnya sudah terbit, sementara merek lainnya masih dalam proses,” katanya.

Selain aspek legalitas, mahasiswa juga membantu penguatan branding UMKM melalui pembuatan logo dan desain kemasan. Upaya pemasaran produk dilakukan dengan menggandeng Koperasi Karyawan dan Dosen (Kopkardos) Unisba. Beberapa produk UMKM warga, termasuk merek Liapik, kini telah dipasarkan melalui food truck yang beroperasi di area kampus Unisba.

Ke depan, Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unisba berencana menetapkan Desa Mekarmanik sebagai desa binaan selama empat tahun berturut-turut. Dengan skema tersebut, setiap angkatan mahasiswa dapat melanjutkan dan mengembangkan program yang telah dirintis sebelumnya.

“Semua sudah disesuaikan dengan kurikulum. Mahasiswa mendapatkan teori metode penelitian di semester empat, praktik lapangan melalui KKL di semester lima, magang di semester enam, dan fokus penyusunan skripsi di semester tujuh atau delapan. Alurnya jelas, sistematis, dan berkelanjutan,” pungkas Nurfahmiyati.(sani/bnn)

Leave a Response