Bandung Raya

Ponpes Al-Ittifaq Ditetapkan Sebagai Duta Pemberdayaan Masyarakat: Model Ekonomi Pesantren Inspirasi Nasional

290views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID . – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem ekonomi berbasis pesantren yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung. Menurutnya, ponpes ini telah berhasil mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan kegiatan ekonomi produktif, menjadikannya model yang patut dicontoh secara nasional.

Dalam kunjungannya pada tanggal 5 November 2025, Menko Muhaimin menetapkan Ponpes Al-Ittifaq sebagai Duta Pemberdayaan Masyarakat. Penetapan ini merupakan bentuk dukungan dan pengakuan atas peran ponpes sebagai inspirator nasional dalam pengembangan ekonomi berbasis kemandirian dan gotong-royong. “Ponpes Al-Ittifaq menjadi suatu ekosistem ekonomi dari lembaga pendidikan. Dari belajar lalu praktik, akhirnya menjadi pusat ekonomi sekaligus pusat pendidikan, bahkan kini berkembang menjadi pusat pelatihan dan bisnis dengan ekosistem yang lengkap,” ungkap Menko Muhaimin.

Menko Muhaimin menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memberdayakan potensi dalam negeri. Ia meminta agar seluruh bahan baku MBG mengandalkan produksi dalam negeri, terutama dari UMKM dan koperasi, tanpa menggunakan barang impor. “Saya mohon agar tidak ada satu pun barang impor yang digunakan sebagai bahan baku MBG. Semua harus mengandalkan produksi dalam negeri, terutama dari UMKM dan koperasi,” tegasnya.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk terus mendukung kebijakan nasional dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal. Pemkab Bandung berupaya menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. “Dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, kami selaras dengan Presiden Prabowo, yaitu bagaimana memberdayakan masyarakat,” ujar Kang DS.

Dadang Supriatna menegaskan meskipun dana transfer ke daerah mengalami penurunan, Pemkab Bandung tetap berkomitmen membantu masyarakat melalui berbagai inovasi dan dukungan terhadap program-program pemerintah pusat. “Kami siap melakukan berbagai inovasi dan mendukung penuh program-program pemerintah pusat untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Bandung,” tutupnya.

Menko Muhaimin mengapresiasi keberhasilan Ponpes Al-Ittifaq dalam membangun rantai pasok hingga ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan ponpes ini perlu direplikasi secara nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. ( Iding/bnn )

Leave a Response