
Bandung,BANDUNGPOS.ID – Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IV Jawa Barat resmi dibuka di halaman parkir Stadion Sepak Bola Arcamanik pada Selasa pagi (30/9/2025). Sebanyak 340 atlet pelajar disabilitas dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat ambil bagian di pentas PEPARPEDA tahun ini yang akan berlangsung 30 September hingga 1 Oktober 2025 di Kota Bandung.
PEPARPEDA IV Jawa Barat mempertandingkan empat cabang olahraga (cabor), yaitu para atletik, para renang, para bulu tangkis, dan para tenis meja. Jumlah tersebut sesuai dengan cabor yang akan dipertandingkan dalam Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada November di Jakarta.
Pembina NPCI Jawa Barat Katarina Endang Sarwestri mengucapkan selamat bertanding, junjung tinggi sportivas, berikan kemampuan terbaik dan tunjukkan bahwa atlet diabilitas mampu membawa nama Jawa barat ke pentas nasional, bahkan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
“Selamat bertanding, semangat terus untuk mengeluarkan energi, kemampuan terbaik saat ini. Tunjukkan kalian mampu berprestasi di level nasional dan internasional,” ujar Katarina Endang Sarwestri yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar ini.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat, Hery Antasari, menegaskan pentingnya ajang ini bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan juga sebagai sarana penguatan karakter.
“PEPARPEDA adalah ajang strategis. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk membangun rasa percaya diri, mengasah mental juara, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan sportivitas di kalangan pelajar disabilitas,” ujar Hery.
Lebih lanjut Hery menyebut PEPARPEDA sebagai bagian penting dalam ekosistem pembinaan olahraga prestasi yang berbasis data dan berjenjang.
“Kita ingin menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang benar-benar ramah disabilitas dan inklusif dalam seluruh aspek pembangunan,” kata Hery.
Ditempat yang sama, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Hary Susanto, menjelaskan bahwa PEPARPEDA ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi menuju Peparpenas.
Meski demikian, Hary menegaskan bahwa tidak semua peraih medali emas otomatis akan menembus segala batas.
“Kalian adalah inspirasi, bukan hanya bagi sesama penyandang disabilitas, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. Kami harus mempertimbangkan peluang medali dan nomor pertandingan. Selain itu, hasil PEPARPEDA akan dibandingkan dengan atlet yang saat ini berada di pelatnas. Jadi harus benar-benar selektif,” tutur Hary.
Hal ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan kuota yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yaitu hanya sekitar 50 atlet yang akan mewakili Jawa Barat di Peparpenas mendatang.
Dengan semangat inklusif, sportivitas, dan semangat juang tinggi, PEPARPEDA Jabar IV diharapkan menjadi langkah besar menuju pencapaian prestasi di tingkat nasional bahkan internasional bagi pelajar disabilitas di Indonesia. (den)




