KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Kepada para petugas kloter, karu dan karom untuk mempunyai data atau catatan siapa saja calon jamaah haji yang menjadi binaannya pada masing-masing kloter, regu maupun rombongan.
Saya juga titip kepada petugas haji, ketersediaan alkes harus jadi perhatian. Jika ketersediaan alkes kurang, insya Allah saya bantu untuk difasilitasi. Mengingat, ketersediaan alkes sangat penting.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna dalam Pembinaan & Pelepasan petugas kloter Karu, Karom, Jamaah Haji Kabupaten Bandung Tahun 1445 H./2024 M. Berlangsung di Gedung Muh. Toha Kom. Pemkab. Bandung, Soreang (12/5/2024).
Tokoh Masyarakat Kabupaten Bandung, yang juga Petugas Haji KH. Sofyan Yahya mengatakan, bahwa para petugas haji harus berterima kasih kepada Bupati Bandung dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung.
“Para jamaah haji dan petugas haji wajib bersyukur kepada Allah SWT, dan berterimakasih kepada Bupati dan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Bandung,” harap KH. Sofyan Yahya, yang sejak 1978 sampai sekarang ini jadi petugas keberangkatan jamaah haji.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat menuturkan, “Petugas haji harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai hal terkait ibadah haji, mulai dari tata cara ibadah hingga budaya dan adat istiadat di Arab Saudi. Pengetahuan ini sangat penting untuk membantu jemaah haji dalam menjalankan ibadah haji dengan baik dan sesuai dengan ketentuan”, ujarnya.
Cece mengatakan kepada media, petugas KBIH harus melayani jamaah haji sebagai berikut:
Pertama, harus seluruh layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan harus dipastikan kesiapannya.
Kedua yang harus dilakukan petugas adalah jika dilapangan dijumpai ada hal yag tidak seharusnya, maka petugas harus melaporkan dan berkoordinasi kepada penanggung jawab layanan untuk segera ditindak lanjuti.
Ketiga, petugas harus berkoordinasi dengan stakeholder di Arab Saudi. Di Madinah Muasasah adilla, Naqobah dan Baladiyah. Termasuk di bandara, petugas melakukan koordinasi dengan maktab yang ada di bandara. Kemudian petugas Linjam (Perlindungan Jemaah) pun melakukan silaturahim dengan kantor keamanan di Bandara dan Madinah.
Pelayanan ini dilakukan untuk memberikan kepuasan bagi Jemaah haji, “Semua harus siap, karena ini yang menentukan kesan pertama jemaah haji, yang akan berpengaruh terhadap persepsi jemaah terhadap layanan kita,” pungkasnya. (Id/bnn)





