Musik & Budaya

Ngopi Sewarung Edisi Baduy Menikahlah dengan Adat

Ngopi Sewarung Edisi Baduy Menikahlah dengan Adat

335views

Ngopi Sewarung Edisi Baduy Sebuah Novel

Menikahlah dengan Adat

Dan pernikahan itu bernilai sakral, bertujuan untuk kedamaian, ketenangan berkeluarga dan menjaga keutuhan adat. Itu sebabnya para kokolot adat dan orang tua perlu campur tangan dalam menentukan jodoh anaknya.

MIRSA— menangis dalam pelukan sang Ibu. Jiwanya terguncang kala mengingat peristiwa semalam dimana Suten diusir ayahnya dan tak boleh lagi membahasnya.

Kenapa semua itu harus terjadi justru disaat ia sedang merasakan ada benih-benih cinta mulai tumbuh di dalam hatinya. Mengapa adat melarang cintanya? Sungguh Mirsa sedang mengalami sebuah dilema.

Sejujurnya ia mengakui memiliki perasaan cinta yang hebat kepada Suten. Di sisi lain ia juga mempunyai kewajiban mentaati perintah orang tua dan aturan adat yang sebenarnya juga ia hormati.

Mestikah ia mengalah , kalah dan tunduknya setunduk-tunduknya kepada aturan adat?! Dalam hati kecilnya ada keinginan untuk memberontak, lari dari kenyataan hukum adat yang ia rasakan telah membelenggu hati dan pikiran untuk memiliki dan merasakan cinta yang utuh.

Padahal, cinta adalah hak individu setiap umat manusia. Cinta itulah sumber kebahagiaan yang membuat semua orang bisa bertahan hidup. Lalu kenapa Mirsa tak boleh memiliki cinta dan mengungkapkan rasa itu secara bebas?

“Ambu aku harus bagaimana?” keluh Mirsa sambil terisak menahan tangis dalam pelukan sang bunda.

Saenah sejenak. Jemarinya mengelus- ngelus pundak Mirsa seraya berkata: “Pernikahan itu bukan hanya soal cinta nak!”

Bagi Saenah cinta belumlah cukup jadi modal sebuah pernikahan. Cinta harus memiliki kontribusi kepada kehidupan sosial masyarakat adat. Individualisme cinta tak boleh dibiarkan berkembang terlalu liar hingga merusak tatanan kehidupan sosial-adat. Ekspresi dan aktualisasi cinta harus diatur dan ditata sedemikian rupa oleh adat.

Dan pernikahan itu bernilai sakral, bertujuan untuk kedamaian, ketenangan berkeluarga dan menjaga keutuhan adat. Itu sebabnya para kokolot adat dan orang tua perlu campur tangan dalam menentukan jodoh anaknya.

“Ini yang terbaik buatmu nak dan juga buat adat kita. Sudah jadi nasib para perempuan Baduy yang harus tunduk kepada orang tua dan adat,” ujar Saenah .

Dapatkan perasaan
Tuan Sepuluh

Leave a Response