Musik & Budaya

Ngopi Sewarung Edisi Baduy  Aksi Menentang Pejabat Korup

Get the feeling Mr. Ten

464views

Ngopi Sewarung Edisi Baduy  Aksi Menentang Pejabat Korup

“Ada rumor jika perusahaan yang diajak kerjasama oleh pihak asing itu milik pengusaha nasional yang mempunyai hubungan dekat dengan keluarga gubernur. Coba kamu cari info yang akurat dan detail lagi soal ini…!” pinta Karim kepada Suten saat keduanya berjumpa sambil ngopi pagi di sebuah cafe dekat kantor redaksi.

“Iyy iya, ya…” jawab Suten agak gugup. Tentu saja ia harus menyembunyikan kepada siapapun termasuk kepada atasannya, Karim, bahwa yang dimaksud pengusaha nasional oleh Karim adalah ayah kandungnya sendiri.

“Hmmmm… kamu baik baik saja kan Suten..!” Tanya Karim dengan tatapan curiga melihat Suten yang kehilangan keceriaan tak seperti biasa.

Suten berpamitan kepada Karim dan akan langsung kembali ke kota Serang terus lanjut ke Baduy lagi. Dia harus benar benar- tahu sejauhmana keterlibatan keluarga gubernur dan pejabat provinsi dalam proyek eksplorasi minyak Block Rangkas.

Begitu tiba di Kota Serang, Suten bertemu dengan ratusan mahasiswa yang sedang berdemo di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi. Mereka meneriakkan yel yel “Tangkai pejabat korup!”

Para pendemo adalah gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi yang disebut dengan “Getok,” Gerakan Tujuh Oktober karena mereka terus bergerak di sepanjang bulan Oktober .

“Banten bukan kerajaan, jangan ada lagi satu kelompok atau keluarga saja yang berkuasa. “Para pejabat korup harus ditangkap!” “Banten harus bersih dari para koruptor.” Teriak salah seorang pendemo di atas podium.

Suten melihat gerak- gerik kumpulan aksi demo mahasiswa dari jarak dekat, sebuah pemandangan yang mengingatkannya pada beberapa tahun ke belakang saat ia masih menjadi aktivis mahasiswa yang penuh gairah idealisme dan romantisme.

Adanya gerakan aksi itu membuat Suten makin mencurigai adanya keterlibatan pihak keluarga pejabat provinsi dan orang tuanya dalam proyek eksplorasi minyak Rangkas Block di dekat tanah Ulayat Baduy.

Air Liur Intelektual

Ambisi politik dan Kebencian yang ada pada kelompok ini telah mematikan cara kerja otak dan cara hati mereka dalam menyerap energi positif. Mereka tampil dengan kebodohan sangat detail dan terang benderang meskipun dibungkus dengan jubah agama dan dibalut dengan bahasa dari air liur citra seorang intelektual. Kekalahan politik yang sudah berlalu dalam pergelaran politik resmi negara tidak membuat mereka tunduk dan patuh pada hukum negara serta tidak cinta pada keutuhan negeri.

Get the feeling
Mr. Ten

Leave a Response