
Oleh: Ridhazia
LOVE scamming yakni penipuan dan pemerasan berkedok cinta kembali marak di media sosial. Menyasar siapa saja, terutama yang menyukai situs kencan daring.
Biasanya pelaku kejahatan memanfaatkan anonimitas internet. Ia juga memalsukan profilnya dengan foto dan profesi yang keren. Semisal dokter, pengacara, tentara, PNS hingga pebisnis untuk menjalankan kejahatanya
Love Bombing!
Modus penipuan dan pemerasan ini lazim melibatkan pendekatan emosional dan janji manis yang lazim disebut “love boombing”
Dengan penuh perhatian pelaku akan merayu korban. Bahkan untuk melunakkan perasaan korban, ia tak segan memberikan perhatian dan pujian selangit.
Juga tak sungkan menyatakan cinta dengan cepat untuk membuat korban merasa istimewa dan terikat sebagai belahan jiwanya.
Modus
Nah, dari relasi emosional itulah — apalagi korban sudah merasa sudah ada ketergantungan pada pelaku — modus penipuan dimulai.
Pelaku kejahatan akan berkirim kabar. Tidak hanya merayu, juga memaksa meminta dikasihani hingga ditransper uang atau dikirim barang dengan alasan-alasan tertentu.
Jika tidak berhasil, pelaku tak segan mengancam korban dengan dalih akan menyebarluaskan jejak kencannya ke ruang publik. Bahkan jejak kencan itu akan dikirim kepada keluarga dan kantor kerja sebagai paksaan.
Hindari saja
Untuk menghindari penipuan dan pemerasan kencan online, disarankan untuk menutup akses pada nomor yang menghubungi tapi tidak dikenal sebelumnya.
Jangan mengobral wajah ke ruang publik juga sangat disarankan untuk menjaga privasi dan keamanan secara online.
Mengunggah foto wajah dan keluarga secara luas samgat mempermudah orang asing yang berniat jahat untuk mengenali dan melacak di dunia nyata.
Setidaknya wajah yang ada di media sosial dapat digunakan tanpa izin untuk tujuan pembuatan identitas palsu.
Bahkan untuk pencurian data biometrik yang berpotensi merusak reputasi pribadi atau profesional.* Ruidha
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





