Lokakarya Digitalisasi OPB di TBM An Nur Palajau
Lokakarya Digitalisasi OPB di TBM An Nur Palajau

JENEPONTO, BANDUNGPOS– Kepala Bidang Kebudayaan (Kabid) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto didaulat oleh Panitia Lokakarya Digitalisasi Obyek Pemajuan Kebudayaan TBM An Nur Palajau membuka lokakarya sebelum menyampaikan materi Peluang Memiliki Keterampilan Membuat Video Berbasis Obyek Pemajuan Kebudayaan di TBM An Nur Palajau.
Dalam sambutannya, Kabid Kebudayaan Andi Maming Awing, SE menyampaikan penghargaan kepada TBM An Nur Palajau sebagai satu-satunya TBM di Jeneponto yang aktif melakukan kegiatan bertajuk pemajuan kebudayaan. Jeneponto
Kepada para peserta lokakarya, Andi Maming mengajak untuk bersama-sama melestarikan dan memajukan kesejahteraan Kabupaten Jeneponto. “Kami berharap setelah mengikuti kegiatan lokakarya ini lahir beberapa orang atau komunitas yang peduli pada pemajuan Kebudayaan daerah Kabupaten Jeneponto seperti TBM An Nur Palajau, dan bisa berkolaborasi dengan TBM An Nur Palajau”, harapnya.(8-1-2025) “Kami sebagai pemerintah Kabupaten Jeneponto siap membantu menjembatangi siapa-siapa atau komunitas yang ingin memndapatkan bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan. Bagi budaya yang ingin mendapatkan pembinaan silahkan mendaftarkan komunitasnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto”, imbuhnya.
Hari pertama kegiatan Lokakarya Digitalisasi Obyek Pemajuan Kebudayaan menghadirkan Aswar Anas, S.Pd, Ketua Forum TBM Jeneponto sebagai moderator. Aswar Anas memimpin kegiatan untuk 3 materi/narasumber. Materi pertama disampaikan peleh Kabid Kebudayaan Jeneponton Andi Maing Awing. A Maming Awing menyampaikan materi Peluang Memiliki Keterampilan Membuat Video Berbasis Obyek Pemajuan Kebudayaan.
Materi ke-2 dibawakan oleh Andi Sri Hastuti, seorang pegiat Budaya Kabupaten Jeneponto. Andi Sri Astuti membawakan materi Etika dan Kaidah mempublikasikan video obyek budaya. Materi ini penting dimiliki oleh calon pembuat video agar video yang dipublikasikan nantinya tidak melanggar aturan yang berlaku, atau tidak ada orang yang merasa dirugikan.
Materi yang paling menarik bagi peserta adalah Teknik Membuat Skrip dan Storyline. Materi ini adalah materi baru bagi peserta dan sangat penting sebelum mereka mengambil data di lapangan. Teknik Membuat Skrip dan Storyline ini disampaikan oleh Muhammad Alfian, S.Sn, MA, Dosen Program Studi Film dan TV Institut Seni Budaya Sulawesi Selatan. Walau materi ini disampaikan pada waktu-waktu yang suram (pukul 12.50-14.40), namun peserta tampak segar hingga tidak terasa waktu lewat sampai pukul 15.30. Teknik Pembuatan Skrip dan Storyline ini akan dilanjutkan dengan Praktek Pembuatan Storyline yang dilaksanakan oleh masih dosen Institut Seni Budaya Sulawesi Selatan pada Minggu, 3 Agustus 2025.** (release/BNN).





