Kabupaten/Kota

BAK Ajak Manfaatkan Platform Digital Promosikan Layanan Perpustakaan di Pangkep

BAK Ajak Manfaatkan Platform Digital Promosikan Layanan Perpustakaan di Pangkep

259views


Bachtiar Adnan Kusuma, menggugat pustakawan, pegiat literasi dan guru-guru agar memanfaatkan literasi digital terutama mempromosikan layanan perpustakaan Pangkep agar warga datang membaca ke perpustakaan. foto : Dok. Pri/BNN

KABUPATEN PANGKEP, BANDUNGPOS--Tokoh Literasi dan Penulis Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, mengajak para pustakawan, pegiat literasi dan guru-guru di Kabupaten Pangkep, memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan Pangkep yang baru saja diresmikan Bupati Pangkep. Muhammad Yusran Lalogau. Ajakan dan seruan Bachtiar Adnan Kusumadisampaikan saat tampil menjadi pembicara di Lokakarya Literasi Digital yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, bertemakan” Transformasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Pangkep” Minggu, Tgl 3 Agustus 2025 di Layanan Perpustakaan Pangkep. Acara yang dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Muhiddin, menghadirkan narasumber selain Bachtiar Adnan Kusuma juga Idwar Anwar.

Bachtiar Adnan Kusuma, menggugat pustakawan, pegiat literasi dan guru-guru agar memanfaatkan literasi digital terutama mempromosikan layanan perpustakaan Pangkep agar warga datang membaca ke perpustakaan. Misalnya saja, kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini, dengan memanfaatkan platform digital termasuk FB, Whattshapp, IG, Tiktok bisa menjadi pemicu maraknya perpustakaan sebagai pusat bursa ide dan gagasan.

Oleh karena itu, BAK menegaskan bahwa setiap pustakawan, pegiat literasi dan guru-guru diperlukan memiliki empat kompetensi literasi digital. Pertama, kata BAK yaitu Etika digital yaitu kemampuan paling mendasar yang wajib dimiliki sebagai Nitikett agar tidak kebablasan dalam memanfaatkan dan menerima informasi melalui platform digital. Caranya, lanjut BAK yaitu dibutuhkan cara cerdas berinternet dan bermedia sosial yang sehat dan produktif. Misalnya, menggunakan bahasa yang sopan, tidak mengumbar semua hal yang bersifat privasi di media digital, jangan mengabaikan orang lain dengan sengaja, bijak dalam memilih teman dan cerdas bermedia digital.

“Saat ini kita membutuhkan cara berpikir literasi digital yaitu tekanan dua aspek pendekatan data dan teknologi” kata Bachtiar Adnan Kusuma, di depan peserta Lokakarya Literasi Digital Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep yang diikuti 50 orang peserta dari berbagai pulau di Pangkep.

Bachtiar Adnan Kusuma, tekanan dalam ruang digital, kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan budaya. Memanfaatkan platform media digital ibarat kita berinteraksi dengan masyarakat dunia melalui global village, seperti negara di dalamnya marak lalu lintas interaksi dengan berbagai tujuan dan kepentingan yang berbeda. Maknya, dalam berinteraksi melalui digital, akan terjadi interkoneksi budaya, berikutnya menciptakan standar baru tentang etika. Maka, segala kegiatan digital di ruang digital dan menggunakan media digital, diperlukan etika digital.

Nah, lanjut BAK, etika digital sangat penting terutama membentuk kesadaran melakukan sesuatu dengan sadar dan mempunyai tujuan, bersikap adil, memiliki integritas, kejujuran dan keutamaan. “Transformasi perpustakaan ke literasi digital adalah migrasi besar-besaran terutama memanfaatkan piranti lunak digital yaitu data dan teknologi. Kedua hal ini yaitu data dan teknologi sesungguhnya menjadi adrenalin dan pemicu tumbuhnya kesadaran kolosal memanfaatkan layanan perpustakaan sesuai dengan budaya dan kearifal lokal di Pangkep” kata Bachtiar Adnan Kusuma.
Selain itu, kata BAK kedua adalah digital skill, ketiga digital culture dan adalah digital safety. “ Kalau keempat kompetensi literasi digital dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan eksotisme dan menarik pengunjung pengguna ke perpustaaan, akan menjadi ramai perpustakaan seperti pasar dan pusat perbelanjaan ide dan gagasan” kunci BAK. ** ( release/BAK)

Leave a Response