
Oleh: Ridhazia
LIBUR sekolah selama bulan ramadan kelaziman yang terus berulang setiap tahun.
Tapi libur pidato, hanya kali ini terjadi. Entah siapa yang pertama kali menggagas ide nyeleneh tapi mengagetkan..
Usulan sederhana ini dikhususkan untuk Presiden Prabowo. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga suasana Bulan Suci Ramadan.
Sebab bulan Ramadhan bukan sekadar ritual puasa makan dan minum. Melainkan sebuah madrasah spiritual yang menuntut penjagaan menyeluruh terhadap lisan dan pendengaran.
Yakni menjaga kualitas puasa dari pernyataan yang merusak, seperti ghibah, fitnah, bohong hingga kata-kata kasar sebagai perbuatan sia-sia.
Usulan Cerdas dan Benar
Menjaga kesucian Ramadhan berarti juga menahan diri dari menyebarkan hoax, adu domba, dan komentar menyakitkan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa
Apalagi ketika amarah memuncak, puasa dari pidato menjadi perisai yang menjaga hati tetap tenang dan suci dari kesombongan kekuasaan, apalagi dendam serta iri sebagaimana lazim manusia.
Ide yang mengada-ngada, tapi cerdas dan benar ini. Kerenlah!*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





