
Ditulis Oleh: H. Iding Mashudi
Tanggal: Kamis, 20 November 3025
BANDUNGPOS ID.
Lambang kuda pada logo Kabupaten Kuningan merupakan salah satu unsur paling ikonik yang membedakan daerah ini dari kabupaten lain di Jawa Barat. Keberadaan kuda dalam lambang bukan hanya simbol artistik, tetapi merupakan hasil sejarah panjang yang berkaitan dengan identitas masyarakat Kuningan serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para leluhur.
Secara historis, kuda memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Kuningan pada masa lampau. Hewan ini digunakan sebagai alat transportasi, sarana pengiriman pesan, hingga pendukung strategi gerilya ketika para pejuang bergerak di antara lembah dan perbukitan. Karena fungsinya yang vital, kuda menjadi bagian dari kisah perjalanan daerah tersebut menuju perkembangan yang lebih modern.
Ada pula cerita lokal yang terkenal dengan istilah “Leutik-leutik Kuda Kuningan,” yaitu kuda yang ukurannya tidak terlalu besar, tetapi dikenal sangat tangguh, cepat, dan kuat. Pengungkapan ini menjadi metafora tentang karakter masyarakat Kuningan yang sederhana namun memiliki ketangguhan luar biasa dalam menghadapi tantangan.
Pemilihan kuda jantan putih dalam lambang daerah kemudian dimaksudkan sebagai simbol sifat-sifat ideal masyarakat Kuningan. Putih melambangkan kemurnian niat dan keutuhan moral, sedangkan kuda jantan menggambarkan kekuatan, keberanian, dan kecekatan dalam menjalankan tugas-tugas pembangunan.
Dalam penjelasan resmi pemerintah daerah, kuda jantan putih mewakili masyarakat Kuningan yang dinamis, konstruktif, kreatif, serta mampu mewujudkan keadilan dan melawan hal-hal yang dianggap tidak benar. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh pembangunan dan menjadi pedoman etika dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Lambang kuda ini kemudian ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 5 Tahun 1990 yang mengatur bentuk, warna, dan maknanya. Dalam lambang tersebut, kuda dipadukan dengan unsur lain seperti Gunung Ciremai, padi-kapas, gelombang air, dan bokor kuning, yang semuanya mencerminkan kekayaan alam dan budaya Kuningan.
Seiring berjalannya waktu, simbol kuda semakin menguat sebagai identitas daerah. Hal ini terlihat dari julukan Kuningan sebagai “Kota Kuda”, yang kini melekat di benak masyarakat Jawa Barat. Patung kuda di alun-alun kota menjadi bukti nyata bahwa simbol ini dihadirkan tidak hanya di atas lambang, tetapi juga di ruang publik.
Kuda juga menjadi elemen utama dalam berbagai desain logo hari jadi Kabupaten Kuningan dari tahun ke tahun. Dalam peringatan tersebut, kuda biasanya digambarkan lebih modern dan dinamis untuk menggambarkan semangat inovasi, perubahan, serta percepatan pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah daerah.
Dengan demikian, lambang kuda bukan sekedar gambar dekoratif, tetapi merupakan simbol sejarah, filosofi, dan identitas yang menyatu dengan jati diri masyarakat Kuningan. Ia menjadi pengingat bahwa keberanian, ketangguhan, dan semangat menegakkan keadilan adalah nilai-nilai yang harus terus dijaga dari masa ke masa.





