
KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS.ID — Informasi yang menyebut Ustadz Muhammad Hariri mengamuk saat ceramah di Masjid Raya Al-Jabar pada Rabu sore, 31 Desember 2025, telah dipastikan tidak benar. Peristiwa yang sebenarnya terjadi merupakan gangguan dari pihak luar, bukan dari sang penceramah.

Ceramah singkat tersebut dijadwalkan sekitar sepuluh menit sebelum adzan Ashar pada hari itu, dimulai dengan suasana yang khidmat dan kondusif. Ustadz Hariri menyampaikan tausiah dengan tenang, dan jamaah mengikuti dengan penuh perhatian, menciptakan suasana yang nyaman.
Memasuki menit kedelapan, suasana mendadak terganggu oleh teriakan keras dari seorang lelaki yang tidak dikenal. Suara teriakan itu terdengar dari sisi kiri area jamaah, mengundang perhatian banyak orang dan menimbulkan sedikit kegaduhan.

Saksi mata Rosid (48) menyatakan, lelaki tersebut meminta agar ceramah dihentikan dan jamaah segera melaksanakan sholat Ashar, meskipun waktu adzan masih tersisa beberapa menit pada Rabu sore itu. Ternyata, lelaki itu tidak sendirian—dia berdua dengan orang lain yang mengiringinya.
Menanggapi gangguan tersebut, Ustadz Hariri tetap menjaga ketenangan dan melanjutkan ceramah hingga selesai. Tidak ada respons emosional, adu argumen, maupun tindakan yang berpotensi memicu keributan selama proses penyampaian materi.
Setelah ceramah usai, pasangan lelaki yang berteriak segera meninggalkan area depan panggung dan melarikan diri ke bagian paling ujung masjid. Ustadz Hariri kemudian berusaha mencarinya untuk mengkonfirmasi maksud teriakannya, ingin memahami alasan di balik gangguan pada Rabu sore itu.
Ketika ditemukan di ujung masjid, dua laki-laki tidak dikenal tersebut terlihat seolah-olah sedang mengerjakan sholat, padahal adzan Ashar baru mau berkumandang dan belum ada panggilan untuk beribadah pada Rabu sore tersebut. Ustadz Hariri sempat menunggu di dekatnya, merasa bahwa sholat mereka terasa sangat lama. Namun, karena waktu mulai mengarah pada saat persiapan sholat Ashar, dan tak berani mengganggu yang tampak sedang beribadah, ia akhirnya memilih pergi meninggalkan keduanya dan kembali ke area persiapan sholat.
Rekaman CCTV masjid dan kesaksian ribuan jamaah, termasuk Rosid, memastikan bahwa isu ustadz mengamuk hanyalah hoaks. Seluruh peristiwa berlangsung aman dan tertib pada Rabu sore itu, tanpa terjadinya kontak fisik atau konflik apapun. (IDING/BNN)





