
Oleh: Ridhazia
PENAFSIRAN bahwa “menuju langit itu membumi” dalam konteks Isra Miraj adalah metafora tentang kesejatian pencapaian spiritual tertinggi yang selaras dengan tindakan nyata.
Sebuah formulasi tentang kesadaran puncak yaitu kesadaran di luar tubuh manusia. Yakni suatu pengalaman subjektif yang bukan pemisahan.
Tapi kesadaran dari materi fisik secara harfiah. Bukan melayang terpisahkan. Tapi menyatu.
OBE
Dunia sains menyebutnya kesadaran di luar tubuh manusia itu sebagai “Out-of-Body Experience (OBE)” dimana seseorang seolah-olah dapat merasakan dan mengamati dunia dari perspektif di luar tubuh fisiknya sendiri.
Suatu persepsi spasial merasakan dunia dari sudut pandang yang berbeda atau jauh dari tubuh tapi menumbuhkan rasa keterhubungan yang lebih dalam.
Schleiermacher,
Meminjam teologi Schleirmacher bahwa kesadaran diri itu mengandung “perasaan yang menunjukkan kehadiran yang lain yang absolut, yaitu Tuhan”
Teologi ini berpusat pada pemahaman bahwa agama sebagai “perasaan ketergantungan mutlak” (feeling of absolute dependency) pada Tuhan.
Sebuah pengalaman intuitif bukan sebatas dogma atau pengetahuan rasional.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





