Kolom Sosial Politik

Jalan Goa Menuju MEKAH

561views

 

Oleh Ridhazia

Cerita jalan menuju ke Mekkah, selalu menjadi daya tarik bagi para peziarah Goa Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Meski masih sebatas cerita turun temurun — bahkan pernah ditutup — toh tidak menyurutkan peziarah menyambangi goa yang dipercayai sebagai petilasan Syekh Abdul Muhyi yang terlahir dan hidup hingga awal abad ke-17 sebagai keturunan bangsawan Mataram yang berjalur sampai ke Sunan Giri l.

Sedangkan derajat kewalian melalui Thoriqoh Mu’tabaroh Satariyah yang berasal dari India yang dikaitkan kepada Abdullah as-Syattar sebagai pendirinya.

Tarekat ini berkembang di Nusantara pada abad ke-15 dan berhaluan ahlussunnah wal jama’ah dan bermazhab syafi’i.

Jalan Spiritual

Di dalam goa terdapat sejumlah lorong yang diyakini pernah digunakan para Syekh Abdul Muhyi sebagai jalur spiritual ke berbagai daerah kewalian termasuk Mekkah itu.

Di dalam goa juga terdapat batu dengan lekukan mirip peci haji sebanyak tujuh buah. Selain terdapat sumber air setara air zamzam di Masjidil Haram yang tak pernah surut meski dilanda musim kemarau panjang.

Masih di dekat goa, berjarak sekitar 1 kilometer ada makam Syeikh Abdul Muhyi yang dikeramatkan peziarah yang datang dari seluruh Nusantara

Teleportasi

Jalan goa Pamijahan ke Mekah dalam perspektif ilmu moderen identik sebagai perpindahan materi atau energi dari satu tempat ke tempat lain tanpa melewati jarak di antaranya.

Teleportasi merupakan konsep fiksi yang sering digunakan dalam karya ilmiah, film, permainan video, dan televisi sebagaimana dilihat dalam serial Star Trek dan Harry Potter.

Kata “teleportasi” berasal dari gabungan kata Yunani tele- (berarti jauh) dan bahasa Latin verba portare (yang berarti membawa). *

*  Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response