Bandung Raya

FK Unisba Sumpah 13 Dokter Baru, Rektor Ingatkan Pentingnya Akhlak dan Pengabdian

44views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) secara resmi mengukuhkan 13 dokter baru melalui prosesi Sumpah Dokter Gelombang 1 Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Mercure Hotel, Jalan Lengkong Besar Nomor 8, Kota Bandung, Kamis (6/11/2026), tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk meneguhkan komitmen profesional dalam mengemban amanah pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.

Pengucapan sumpah bukan hanya menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan profesi, tetapi juga menjadi landasan moral bagi para dokter dalam menjalankan tugas dengan berpegang pada etika kedokteran, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK Unisba, Budiman, dr., M.K.M., menyampaikan bahwa 13 dokter yang mengikuti prosesi tersebut merupakan lulusan angkatan 2021, 2022, dan 2023. Dari jumlah tersebut, lima orang merupakan laki-laki dan delapan lainnya perempuan. Seluruhnya telah menuntaskan pendidikan profesi dokter dalam kurun waktu sekitar dua tahun.

Budiman menjelaskan, proses pendidikan yang ditempuh para lulusan mencakup berbagai kegiatan akademik dan pembentukan karakter. Tahapannya meliputi matrikulasi, sosialisasi kebijakan akademik, pra-kepaniteraan, orientasi rumah sakit pendidikan, hingga Pembentukan Karakter Dokter Muslim (PKDM).

Setelah melewati tahapan tersebut, mahasiswa menjalani pembelajaran klinis melalui rotasi di 16 bagian. Praktik pendidikan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Pendidikan Utama RSUD Welas Asih serta delapan rumah sakit jejaring dan puskesmas di Kabupaten Bandung.

Selama menjalani pendidikan klinik, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai 736 jenis penyakit. Sebanyak 144 jenis penyakit di antaranya termasuk kategori kompetensi level 4. Selain itu, mereka juga mempelajari 614 keterampilan klinis, dengan 450 keterampilan berada pada tingkat kompetensi 4A dan 4B.

Penguasaan berbagai kompetensi tersebut menjadi modal bagi para lulusan untuk memberikan pelayanan medis secara profesional sebagai dokter umum, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Usai menyelesaikan seluruh rotasi klinik, mahasiswa mengikuti program pascarotasi yang terdiri atas pelatihan Hiperkes dan Kesehatan Kerja serta Pesantren Calon Dokter.

Rangkaian pendidikan kemudian diakhiri dengan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD). Evaluasi nasional tersebut mencakup dua jenis ujian, yakni Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT).

Budiman mengungkapkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti sumpah dokter telah dinyatakan lulus kedua ujian tersebut. Pada periode Agustus lalu, nilai tertinggi CBT mencapai 82,00, sedangkan nilai tertinggi OSCE sebesar 82,06. Sementara itu, rata-rata IPK para lulusan mencapai 3,46 dengan perolehan tertinggi 3,66.

“Dengan telah dinyatakan lulus pada Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter sebagai exit exam, mahasiswa tersebut telah dinyatakan lulus pada yudisium kepaniteraan klinik atau yudisium dokter pada 25 September lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budiman menyampaikan bahwa sejak 2010 FK Unisba telah meluluskan 2.118 dokter. Ia berharap para dokter yang baru disumpah dapat terus meningkatkan kapasitas keilmuan melalui proses belajar sepanjang hayat serta mengamalkan kompetensi yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat dan kemaslahatan umat.

Dekan FK Unisba: Sumpah Dokter Adalah Amanah Seumur Profesi

Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., mengingatkan bahwa sumpah dokter memiliki arti penting dalam perjalanan seorang tenaga medis. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peneguhan identitas profesional sekaligus pernyataan kesanggupan untuk memikul amanah profesi.

Ia menekankan bahwa seorang dokter tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan medis. Profesi ini juga menuntut integritas, empati, serta komitmen kuat dalam menghormati dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, para lulusan diminta untuk senantiasa menjaga kerendahan hati. Keberhasilan meraih gelar dokter harus menjadi dorongan untuk semakin bertanggung jawab dalam mengabdikan ilmu, bukan alasan untuk merasa lebih unggul dibandingkan orang lain.

“Sumpah dokter yang akan Anda ucapkan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji suci, janji kepada Allah SWT, kepada profesi, dan kepada kemanusiaan,” tuturnya.

Santun juga menegaskan bahwa perkembangan dunia kesehatan membutuhkan dokter yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keteguhan moral, dan kekuatan spiritual.

Hal tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi FK Unisba sebagai fakultas kedokteran yang maju dan terkemuka di tingkat Asia dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi pendidikan dan pengembangan profesi.

Dalam menjalankan visi tersebut, para lulusan diharapkan menerapkan nilai 3M Unisba, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid. Nilai Mujahid merepresentasikan semangat perjuangan dan daya juang, Mujtahid mencerminkan kemampuan berpikir kritis serta kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, sedangkan Mujaddid mengandung semangat menghadirkan pembaruan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Pesan mengenai pentingnya karakter dan tanggung jawab profesi juga disampaikan Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa dokter lulusan Unisba harus senantiasa membawa keluhuran budi dan akhlak yang kuat ketika menjalankan profesinya.

Menurut Rektor, kompetensi medis harus disertai kemampuan menghadirkan empati, keadilan, dan kasih sayang. Dengan demikian, keberadaan dokter tidak hanya memberikan manfaat melalui tindakan medis, tetapi juga melalui sikap dan kepedulian terhadap sesama.

“Dokter lulusan Unisba wajib membawa keluhuran budi dan akhlak yang kokoh. Ketika dunia luar bergerak secara kompetitif dan transaksional, Anda harus hadir membawa mata air empati, keadilan, dan kasih sayang yang tulus,” tegasnya.

Ia selanjutnya mengajak para dokter baru menjadikan nilai 3M Unisba sebagai pedoman dalam menjalankan setiap bentuk pengabdian.

Dalam semangat Mujahid, dokter diharapkan menjadi pejuang kemanusiaan yang tangguh, memiliki semangat juang tinggi, dan berani memperjuangkan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan dan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, nilai Mujtahid mengarahkan dokter untuk menjadi insan profesional yang cerdas, berpikir ilmiah, dan mampu melahirkan inovasi. Para lulusan juga didorong untuk tidak berhenti belajar, mengembangkan penelitian, serta meningkatkan penguasaan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence dan telemedicine.

Pemanfaatan perkembangan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menghadirkan berbagai alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab tantangan kesehatan masyarakat.

Adapun nilai Mujaddid mengandung harapan agar dokter mampu menjadi agen pembaruan dalam dunia kesehatan. Mereka diharapkan berani mengambil inisiatif dan menjadi pelopor perubahan menuju sistem pelayanan yang lebih baik.

“Jangan sekadar menjadi pengikut arus, tetapi jadilah pelopor dalam reformasi layanan kesehatan yang lebih manusiawi, inklusif, global, namun tetap bersendikan nilai-nilai Islam,” pesannya.

Yayasan Unisba Berpesan agar Dokter Mengabdi dengan Ikhlas

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, turut memberikan ucapan selamat kepada 13 dokter yang baru saja mengucapkan sumpah profesi. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga yang selama ini memberikan dukungan dan mendampingi proses pendidikan para lulusan.

Ia berharap sumpah dokter yang telah diucapkan menjadi pengingat akan besarnya tanggung jawab profesi sekaligus motivasi untuk bekerja secara tulus, ikhlas, dan sungguh-sungguh.

“Atas nama yayasan kami ucapkan selamat kepada para dokter yang baru saja menyatakan sumpah. Mudah-mudahan sumpah itu mendorong kalian untuk lebih bekerja secara tulus, ikhlas, dan penuh kesungguhan,” ungkapnya.

Mewakili para dokter baru, dr. Nabil Makarim mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, para dosen, serta dokter klinisi yang telah memberikan bimbingan dan pendampingan selama proses pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan meraih gelar dokter merupakan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan banyak pihak. Pencapaian tersebut tidak hanya lahir dari kerja keras pribadi, tetapi juga didukung doa, perhatian, pengorbanan, dan dukungan orang-orang di sekeliling mereka.

Dalam pesannya kepada rekan-rekan sejawat, Nabil mengingatkan agar setiap orang tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran keberhasilan diri. Sebab, setiap individu memiliki proses, pengalaman, dan perjalanan yang berbeda dalam meraih cita-cita.

“Jadilah 10 versi terbaikmu, jangan takut untuk jatuh, dan jika jatuh, jangan takut dan jangan ragu untuk bangkit kembali,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa gelar dokter bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para dokter dituntut untuk menjaga kehidupan, menghormati martabat manusia, dan memberikan pengabdian dengan mengutamakan ilmu pengetahuan, empati, serta integritas.

Melalui prosesi Sumpah Dokter Gelombang 1 Tahun Akademik 2026/2027, FK Unisba berharap 13 lulusan tersebut mampu menjadi dokter yang profesional sekaligus berkarakter Islami. Amanah profesi diharapkan dijalankan dengan memegang teguh etika kedokteran, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.(askur/nmn)***

Leave a Response