
JAKARTA, bandungpos.id – Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (FH Unisba) kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Melalui ajang Top Indonesian Law School 2026 yang digelar Hukumonline, FH Unisba meraih penghargaan sebagai Inisiator Anugerah Literasi Hukum Digital 2026 sekaligus masuk jajaran Nominator Perguruan Tinggi Swasta Hukum Terbaik 2026.
Capaian tersebut memperkuat kiprah FH Unisba sebagai institusi pendidikan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan serta kontribusi para alumninya.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum FH Unisba, Dr. Ade Mahmud, S.H., M.H., dalam acara Top Indonesian Law School 2026 yang berlangsung di Hotel Ashley Tanah Abang, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Rekognisi Nasional Apresiasi Kualitas Pendidikan FH Unisba
Dekan FH Unisba, Prof. Dr. Efik Yusdiansyah, S.H., M.Hum., mengatakan rekognisi dari Hukumonline menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas pendidikan yang dikembangkan FH Unisba sekaligus kiprah alumni dalam memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Menurut Efik, pendidikan hukum tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang menguasai teori dan memiliki kemampuan akademik. Lebih dari itu, mahasiswa perlu dibentuk menjadi pribadi yang menjunjung tinggi integritas serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
“Mahasiswa tidak hanya perlu memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas. Karena itu, keteladanan menjadi bagian penting dalam pendidikan,” ujar Efik.
Nilai integritas tersebut menjadi salah satu fondasi yang terus ditekankan FH Unisba agar para lulusan mampu menjalankan profesinya secara profesional sekaligus memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan, FH Unisba secara berkala melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran, kurikulum, serta sarana dan prasarana akademik.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan profesi hukum.
Selain penguatan kurikulum, FH Unisba juga mengoptimalkan pembelajaran melalui metode daring dan luring. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa.
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Prof. Efik menegaskan bahwa penghargaan yang diterima FH Unisba bukanlah tujuan akhir dari proses pengembangan pendidikan hukum. Sebaliknya, rekognisi tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas lulusan.
Ia berharap mahasiswa FH Unisba ketika memasuki dunia profesional nantinya mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan hukum sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa kami ketika menjadi alumni dapat menjadi solusi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Efik, kiprah alumni yang telah memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan rekognisi FH Unisba.
Karena itu, keberhasilan fakultas tidak hanya dilihat dari proses pendidikan di dalam kampus, tetapi juga dari bagaimana para lulusan mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai yang diperoleh untuk memberikan dampak setelah kembali ke tengah masyarakat.
Konsisten Melahirkan Sarjana Hukum Berintegritas
Ke depan, FH Unisba berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat kurikulum, mengevaluasi proses pembelajaran, serta mengembangkan kompetensi mahasiswa agar semakin siap menghadapi dinamika profesi hukum.
Komitmen tersebut diarahkan untuk melahirkan sarjana hukum yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan kinerja yang kami lakukan dan kontribusi alumni-alumni kami, dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi masyarakat. Kami ingin terus istiqamah melahirkan sarjana hukum yang memiliki kompetensi dan integritas moral yang baik,” pungkas Prof. Efik.
Rekognisi Hukumonline 2026 menjadi momentum bagi FH Unisba untuk terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan hukum yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada dampak. Prestasi tersebut sekaligus menjadi penyemangat untuk memastikan pendidikan hukum tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi mampu melahirkan lulusan yang benar-benar hadir sebagai solusi bagi masyarakat.(ask)***





