Kolom Sosial Politik

Siapa Dungu, Siapa Goblok

25views

 

Oleh:  Ridhazia

PENGGUNAAN terminologi dungu dan goblok bukan sekadar cerita tentang sebuah kata yang mendadak viral di linimasa.

Lebih dari itu, frasa itu adalah cermin dari budaya komunikasi sekaligus potret bagaimana bahasa dipakai untuk saling menjatuhkan, sekaligus merayakan drama di panggung siber.

Kata lain atau sinonim dari “dungu” adalah bodoh, bebal, tolol, pandir, dan goblok. Orang dungu adalah seseorang yang sangat tumpul otaknya, tidak cerdas, bebal, atau bodoh. Itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dalam tafsir bebas, frasa itu menandakan kelemahan atau kecacatan dalam bernalar, berpikir lambat, serta kesulitan dalam memahami sesuatu secara logis.

Bahkan menggambarkan pola pikir yang keliru, gagal menarik kesimpulan yang benar, atau mengabaikan akal sehat.

Dungu juga Goblok

Dalam dunia semantik, frasa dungu. bersinonim kata goblok. Keduanya sama-sama menunjukkan kurangnya kapasitas atau kemampuan penalaran.

Dengan kata lain, dungu dan goblok berada dalam medan makna yang sama karena keduanya bersinonim. Dan, kata-kata ini termasuk dalam kategori bahasa percakapan sehari-hari (kolokial) yang memiliki konotasi sangat kasar dan peyoratif (merendahkan).

Siapa Dungu, Siapa Goblok

Secara histori, ada dua lintasan diskursus publik yang berbeda namun akhirnya saling bertautan antara frasa-frasa kontroversial yang diucapkan oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Sedangkan kembalinya popularitas kata “goblok” di ruang publik politis, setelah frasa merendahkan itu digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto

Jadi, siapa sesungguhnya yang dungu dan goblok?*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response