
TASIKMALAYA, BandungPos.id – Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) MINA Kahirupan Abadi di Blok Cinyungcung, Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai kalangan, termasuk jurnalis dan investor yang tertarik pada pengembangan budi daya perikanan.
Hal 5ersebut mencuat saat menerima kunjungan rombongan Jurnalis Hukum Bandung (JHB) dalam agenda Touring dan Studi Banding, Sabtu (26/9/2026).
“Kami ingin memaksimalkan potensi desa. Tidak ada yang bisa memajukan desa selain masyarakatnya sendiri, mewujudkan mimpi besarnya menjadi kawasan pertanian terpadu,” ungkap Manajer Pokdakan MINA Kahirupan Abadi, Faisal Amirudin (Isal),
Isal menyambut hangat kunjungan insan pers tersebut. Ia menjelaskan, kelompoknya kini mengelola 20 kolam ikan yang tersebar di wilayah desa. Siklus panen berlangsung setiap empat bulan sekali dengan kapasitas mencapai 1 ton.
Selain berfokus pada perikanan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi mulai merambah bidang budi daya lain guna mendukung konsep pertanian terpadu.
Isal mengakui bahwa mewujudkan kawasan terpadu membutuhkan proses bertahap. Salah satu pencapaian awal yang berhasil dirampungkan adalah jaringan saluran air sejauh 100 meter menembus area perbukitan.
”Kami baru saja menyelesaikan pembangunan saluran air. Dari proses itu kami belajar bahwa saat kita membuka diri dan berkolaborasi, bantuan akan datang dari berbagai pihak,” kata Isal saat memberikan sambutan.
Kini, air bersih mengalir lancar ke kolam-kolam perikanan melalui pipa berukuran 6 inci. “Debit air ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan di sini,” tuturnya.
Meski demikian, pihak kelompok masih menghadapi tantangan infrastruktur, khususnya akses jalan. Kendaraan roda dua saat ini belum bisa melintas dengan leluasa, padahal akses tersebut sangat vital untuk pengangkutan pakan, hasil panen, dan logistik lainnya.
”Membuka akses jalan menjadi PR utama kami ke depan. Selama ini hal itu masih menjadi kendala,” ungkapnya.
Selain jalan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi merencanakan kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan seperti mikrohidro, PLTA skala kecil, atau tenaga surya.
Isal optimistis karena potensi sumber air di kawasan tersebut tetap melimpah meskipun memasuki musim kemarau.
”Ini bukan sekadar keinginan perorangan, melainkan cita-cita kolektif masyarakat. Ketika kawasan ini terwujud, akan banyak warga yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dan
Kunjungan JHB ini diharapkan mempererat tali silaturahmi sekaligus mendorong terwujudnya kawasan pertanian terpadu di Desa Selawangi.
Berdasarkan akta pendirian, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi resmi berdiri pada 26 Januari 2026 dengan susunan kepengurusan:
Ketua: Deni Danial
Sekretaris: Yadi Supriyadi
Bendahara: Ateng Jaelani
Ketua Pengawas: Alif Nur Anhar
Anggota Pengawas: Yedi Supriyadi dan Ahha
Kunjungi Pokdakan MINA Kahirupan Abadi, Jurnalis Hukum Bandung Dorong Pengembangan Ekonomi Desa
Tasikmalaya, Bandungpos – Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) MINA Kahirupan Abadi yang berlokasi di Blok Cinyungcung, Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, terus berbenah mewujudkan mimpi besarnya menjadi kawasan pertanian terpadu.
Visi tersebut terlihat saat rombongan Jurnalis Hukum Bandung (JHB) mengunjungi lokasi budi daya ikan Pokdakan MINA Kahirupan Abadi dalam agenda Touring dan Studi Banding, Sabtu (26/9/2026).
Isal, menyambut hangat kunjungan insan pers tersebut. Ia menjelaskan, kelompoknya kini mengelola 20 kolam ikan yang tersebar di wilayah desa. Siklus panen berlangsung setiap empat bulan sekali dengan kapasitas mencapai 1 ton.
Selain berfokus pada perikanan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi mulai merambah bidang budi daya lain guna mendukung konsep pertanian terpadu.
Isal mengakui bahwa mewujudkan kawasan terpadu membutuhkan proses bertahap. Salah satu pencapaian awal yang berhasil dirampungkan adalah jaringan saluran air sejauh 100 meter menembus area perbukitan.
”Kami baru saja menyelesaikan pembangunan saluran air. Dari proses itu kami belajar bahwa saat kita membuka diri dan berkolaborasi, bantuan akan datang dari berbagai pihak,” kata Isal saat memberikan sambutan.
Meski demikian, pihak kelompok masih menghadapi tantangan infrastruktur, khususnya akses jalan. Kendaraan roda dua saat ini belum bisa melintas dengan leluasa, padahal akses tersebut sangat vital untuk pengangkutan pakan, hasil panen, dan logistik lainnya.
”Membuka akses jalan menjadi PR utama kami ke depan. Selama ini hal itu masih menjadi kendala,” ungkapnya.
Manfaatkan potensi energi
Selain jalan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi merencanakan kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan seperti mikrohidro, PLTA skala kecil, atau tenaga surya.
Isal optimistis karena potensi sumber air di kawasan tersebut tetap melimpah meskipun memasuki musim kemarau.
”Ini bukan sekadar keinginan perorangan, melainkan cita-cita kolektif masyarakat. Ketika kawasan ini terwujud, akan banyak warga yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dan agrobisnis,” terangnya.
Kunjungan JHB ini diharapkan mempererat tali silaturahmi sekaligus mendorong terwujudnya kawasan pertanian terpadu di Desa Selawangi.
Dongkrak perekonomian wargs
Ketua JHB, Suyono, mengapresiasi sambutan pengurus dan menilai pengelolaan budi daya ikan di lokasi ini memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian warga lokal.
”Pertama, kami mengucapkan terima kasih atas penyambutan dari pengurus. Kami diberikan kesempatan untuk berkunjung dan melihat langsung aktivitas di Pokdakan ini,” ujar Suyono.
”Kami berharap tujuan besar Pokdakan MINA Kahirupan Abadi dalam mengembangkan budi daya ikan dan pertanian terpadu dapat terealisasi sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya. (Boed)





