Parlemen

DPRD Jawa Barat Bersama Delegasi Parlemen Prefektur Shizouka Jepang Jajaki Kerjasama di Sektor Pariwisata hingga Pendidikan

sudah ada kerjasama sebelumnya antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Shizouka, Jepang, dan dari kunjungan ini tentu saja DPRD Jawa Barat mendorong agar kerjasama itu semakin diperkuat,” kata Buky Wibawa, Kota Bandung, Rabu (12/11/2025).

289views

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menerima kunjungan dari Delegasi Majelis Prefektur Shizouka Jepang (delegasi parlemen Provinsi Shizouka, Jepang). Kunjungan tersebut membahas mengenai pengembangan industri, fasilitas pertukaran pekerja, dan membahas terkait kondisi kemampuan khusus pekerja di Jepang, termasuk membahas perluasan rencana kerjasama di sektor pariwisata hingga pendidikan.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna atau populer sebagai Buky Wibawa usai menerima kunjungan dari delegasi parlemen Provinsi Shizouka, Jepang.

“Saya kira kunjungan ini sebagai silaturahmi, mempererat komunikasi. Sebetulnya sudah ada kerjasama sebelumnya antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Shizouka, Jepang, dan dari kunjungan ini tentu saja DPRD Jawa Barat mendorong agar kerjasama itu semakin diperkuat,” kata Buky Wibawa, Kota Bandung, Rabu (12/11/2025).

Dalam diskusi lebih lanjut Buky Wibawa, dibahas mengenai rencana pengembangan industri manufaktur seperti ekspansi perusahaan Honda, Yamaha dan Suzuki di Jawa Barat. Seperti diketahui perusahaan tersebut berasal dari Provinsi Shizouka, Jepang. Kemudian soal tenaga kerja, mulai dari pertukaran pekerja, kebutuhan Jepang akan tenaga kerja yang cukup besar hingga kemampuan khusus pekerja di Jepang.

Saat ini Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja sebagai pengemudi, salah satunya dari Indonesia karena kedua negara tersebut mempunyai sistem mengemudi yang sama yakni dari kanan. Hanya saja terdapat kendala seperti aturan yang berbeda antara Jepang dan Indonesia untuk bisa mendapatkan SIM.

“Nah tadi dibicarakan, kemungkinan akan diadakan program semacam pelatihan khusus untuk calon tenaga pengemudi di Jepang,” kata dia.

Selain itu, delegasi parlemen Provinsi Shizouka, Jepang mengusulkan adanya rencana kerjasama sektor pariwisata salah satunya destinasi Geopark Cileutuh, Kabupaten Sukabumi yang diharapkan dapat dikerjasamakan menjadi wisata pendidikan. Kedua negara pun setuju menjajaki kerjasama sektor pendidikan.

Mudah-mudahan rencana kerjasama ini bisa segera ditindaklanjuti. Sebab ini tahun Jawa Barat dan Provinsi Shizouka baru fokus pada kerjasama penanggulangan bencana hingga diplomasi kebudayaan dan sebagainya.

“Kami yakin bahwa agenda (diskusi) ini sangat penting untuk memperkuat kerjasama dan menjawab tantangan global saat ini. DPRD Jawa Barat sangat mendukung penuh kerjasama baik yang sudah maupun yang akan dijajaki, karena kerjasama ini akan memberi manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,”

Namun demikian, masih banyak tantangan yang masih menghadang. Terutama masalah bahasa, diharapkan hal ini menjadi perhatian khusus bagi dinas terkait agar menyiapkan dan meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang bagi SDM yang ingin bekerja ke Jepang.

“Harapannya tentunya kerjasama ini terus ditingkatkan, sebelumnya sudah ada kerjasama di berbagai sektor. Kedepan mudah-mudahan sektor lain seperti pariwisata dan lain sebagainya akan ditingkatkan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Nisya Ahmad. Ia berharap kerjasama Jawa Barat dengan Provinsi Shizouka, Jepang bisa ditingkatkan lagi, dan bisa menghasilkan keuntungan bagi kedua negara baik Indonesia maupun Jepang. Khususnya Jawa Barat dan Shizouka.

Sementara itu Ketua utusan parlemen Provinsi Shizouka, Jepang Nakazawa berharap Jawa Barat dan Shizouka dapat meningkatkan kerjasamanya di bidang ekonomi, khususnya pengembangan industri (di berbagai sektor).

Selain itu, diharapkan banyak tenaga kerja asal Jawa Barat yang bisa bekerja di Shizouka. Pasalnya saat ini tengah membutuhkan banyak tenaga kerja. Khususnya untuk pengemudi, karena di Jepang sangat kekurangan.

“Kenapa kami ingin sopir asal Indonesia karena sistem menyetirnya sama, setir kanan. Jadi sebetulnya ini kesempatan besar bagi tenaga kerja asal Indonesia khususnya Jawa Barat untuk bisa bekerja di Jepang,” kata dia.**(Adem/BNN)

Leave a Response