

KOTA BANDUNG, Bandungpos–DILANS Indonesia bersama hampir 130 peserta penyandang disabilitas, lansia, pendamping, relawan, dan komunitas kemarin mengunjungi Museum Konferensi Asia–Afrika (Museum KAA) melalui program #Tour4DILANS.
Kunjungan ini bukan sekadar wisata museum, tetapi bagian dari upaya mendorong ruang publik dan ruang pengetahuan yang lebih inklusif bagi semua warga, termasuk kelompok rentan yang selama ini sering terpinggirkan dari pengalaman wisata dan budaya.
Museum KAA memiliki makna sejarah penting bagi Asia dan Afrika. Setelah 71 tahun Konferensi Asia–Afrika, ruang ini kembali menghidupkan semangat solidaritas dan kesetaraan dengan membuka akses yang lebih luas bagi warga DILANS.
Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy, menyampaikan apresiasi kepada pengelola dan seluruh staf Museum KAA atas dukungan dan keterbukaan dalam memfasilitasi kunjungan ini.
“Ini bukan hanya tentang mengunjungi museum, tetapi memastikan bahwa sejarah, pengetahuan, dan ruang publik dapat diakses dan dirasakan oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas dan lansia,” ujarnya.
Melalui Tour4DILANS, DILANS Indonesia terus mendorong ekosistem wisata dan ruang publik yang lebih inklusif di Kota Bandung.Karena ruang publik benar-benar menjadi milik publik ketika semua orang dapat mengakses dan mengalaminya secara bermartabat. ** ( rm/BNN)





