Olahraga

Di Malaysia, Penampilan Agung Satria Negara Kian Perkasa

264views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Penampilan Agung Satria Negara di pentas Abu Dhabi Combat Club (ADCC) sungguh luar biasa. Duel Internasional Grapling yang digelar di Malaysia 16 November itu mencatatkan prestasi fenomenal saat di babak semifinal, Agung berhasil meredam perlawanan petarung dari Kanada Sebastian LeCombe dengan skor 1-0. Dibabak pemuncak, babak final, giliran petarung tuan rumah Malaysia, Benyamin Chieng dilibas Agung dengan skor telak 7-0. Karuan Agungpun berkalungkan medali emas.

“Alhamdulilah saya bisa mengharumkan nama Indonesia di arena ADCC. Dengan format kompetisi, jumlah petarung ada 4, bertanding di semifinal dan final. Selain saya, tiga petarung lainnya adalah Benyamin Chieng (Malaysia), Sebastian LeCombe (Kanada) dan Sean Wu (Hongkong),” ujar Agung di sebuah Resto di Bandung, Kamis (20/11/2025).

Penampilan Agung di Malaysia  adalah kejuaraan grappling series IV. Series pertama di Bangkok kemudian series II di Bali yang menobatkan Agung sebagai juara. Terakhir Series III di Phuket, Thailand.

“Butuh persiapan ekstra keras sebelum bertarung di Series IV Malaysia. Hasil pertandingan di Series III di Phuket menjadi bahan evaluasi. Tadinya saya berharap bisa rematch melawan petarung Spanyol Said Antoni Gutierez. Namun Antoni absen di Series IV,” ujar Agung.

Guna meraih hasil maksimal di Series IV, Agung telah mempersiapkan diri selama 2 bulan lebih. Seminggu sebelum berangkat ke Malaysia, Agung melakukan training centre (TC) di Woven Jiu Jitsu di Bali. Agung mengatakan,  di Woven Jiu Jitsu dalam sehari bisa berlatih 3 kali guna menempa kekuatan dari sisi fisik, teknik dan mental. Walhasil berat badan idealpun terwujud, yakni -76 kg.

“Setelah ditimbang berat badan saya 75,5 kg dan dinyatakan weight in (berat masuk),” kata pendiri Satria Negara Fihting Camp (SNF) ini.

Saat ini atlet-atlet SNF banyak bertanding di Babak Kualifikasi (BK) Porprov, antara lain di cabor kick boxing, Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MM), wresling dan muaythai. Dan sukses yang diraih Agung di Malaysia pada gilrannya mampu memberi motivasi pada atlet-atlet SNF yang bertanding di BK Porprov.

“Dengan usaha yang gigih, berlatih keras dan punya niat yang baik tentu hasilnya akan sesuai dengan ekspektasi kita. Sekarang, di usia saya yang 48 tahun, saya masih bisa menorehkan prestasi, padahal lawan-lawan saya di ADCC usianya jauh lebih muda,” ungkap Ketua Pengcab Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (FORKI) Kota Bandung ini.

Lewat prestasi yang dicatat di pentas grafling tingkat dunia, seyogyanya paralel dengan kontribusi apresiasi yang diberikan dari pemerintah kota Bandung. Disinggung hal tersebut Agung mengatakan sejauh ini belum ada.

“Apresisi secara langsung memang belum ada, entah itu dari Pak Walikota atau dari siapapun. Tapi meskipun demikian saya sangat berterimakasih dengan Kepala Dinas saya di Pemkot Bandung (Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang (Diciptabintar) Bapak Rulli Subhanuddin kemudian dengan Ibu Plt Kabid Wasdal Dinas Ciptabintar Ibu Rita Syafira yang sangat mendukung dari sisi dispensasi dan memberi kelonggaran waktu untuk bisa berlatih,” papar Agung.

Usai bertarung di Series IV Malaysia, event ADCC selanjutnya sebetulnya akan digelar di Perth, Australia pada Desember 2025. Namun sejauh ini Agung masih mempertimbangkan apakah akan tampil di Australia atau tidak karena hal ini menyangkut cost nominal yang besar.

Disinggung ihwal kemungkinan ADCC di gelar di Kota Bandung, Agung tak menepis sinyalemen tersebut. Pasalnya hal ini menyangkut sport tourism. Bali pernah menjadi tuan rumah ADCC Series II dan berakhir sukses.

“Mudah-mudahan Bandung bisa seperti Bali karena tujuan wisata di Bandung banyak sekali. Untuk mewujudkan hal tersebut (tuan rumah) tentunya harus ada kordinasi dengan ADCC Pusat. Secara pribadi saya ingin banget ADCC digelar di Bandung. Mudah-mudahan ada yang mensponsori event ini (tuan rumah ADCC),” ujar Agung. (den)

 

Leave a Response