Resensi

DaerahResensi

BAK: Ada Catatan-Catatan yang Menggugah di Buku Masrur Makmur Latanro

MAKASSAR, BANDUNGPOS—Tokoh pengusaha, motivator, penulis, akademisi, ketua BPW KKSS, ketua MUI Provinsi Bali, pendiri Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Dr. K.H. Masrur Makmur Latanro, M.Pd. melahirkan karya buku terbarunya Balancing of Life, Renungan di Bawah Cahaya Ilahi. Masrur Makmur Latanro menerima Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), Senin, 17 Fabruari 2025 di RM Wong Solo, Makassar. “Membaca buku karya Masrur Makmur Latanro, sudah barang tentu catatan-catatan pendek ini, tidak sependek pengetahuan yang diterakan. Sebab, inti dan simpulannya selalu bisa kita dapatkan dalam setiap narasi yang tersaji dan menggugah,” ujar...
Metro BandungResensi

Al Jabbar dan Kepemimpinan Inkusif

  Oleh Farhan Helmy ( Predisent Dilans Indonesia) TEMPAT -- ibadah seperti Mesjid bisa menjadi suatu contoh bagaimana kehidupan inklusif dipraktekkan dalam keseharian sekaligus menjadi pusat pencerahan bagi suatu gerakan untuk menyetarakan warga difabel. Tentunya tidak sekedar menerapkan aturan yang sudah dikukuhkan dalam UU 8/16 tentang penyandang disabilitas, namun lebih jauh Mesjid juga berfungsi sebagai wadah pertukaran gagasan dalam mewujudkan praktik yang tidak diskriminatif sekaligus mendorong kolaborasi yang progresif untuk mewujudkannya. Itulah kira-kira beberapa pandangan yang disampaikan Presiden DILANS Indonesia Farhan Helmy pada dialog kepemimpinan inklusif pada acara tahunan Disability...
Gaya HidupResensi

Masrur Makmur Latanro, Tokoh Pengusaha, Ulama, Pendidik yang Menulis

SIAPA-- yang tak mengenal Haji Masrur Makmur Latanro, sosok pengusaha, ulama, pembelajar dan pendiri pondok pesantren terkemuka di Sulawesi Selatan, Shohwatul Is’ad. Namun, tak banyak mengenal kalau Masrur Makmur Latanro adalah pengusaha terkemuka di Bali yang telah bertahun-tahun bermukim dan mengabdi di kota Denpasar. Namun kelebihannya, selain aktif sebagai pengusaha, ulama juga memiliki kepiawaian dalam menulis buku. Seperti laksana pelangi ragam warnanya, ia pernah menjadi supir pribadi pengusaha besar Haji La Tunrung, menjadi pengusaha valuta asing di berbagai nusantara. Masrur dikenal sebagai muballigh, jebolan pesantren IMMIM, pendiri pesantren, bisnis kuliner...
KampusianaKehamilanMetro BandungResensiRT / RWSehat & BugarSekolasianaSeksTip dan Trik

TNI-Polri Menjaga Polarisasi Politik

  BANDUNG, BANDUNGPOS.ID. Stabilitas keamanan di tengah polarisasi pasca-pemilu menjadi perhatian para akademisi UIN Bandung dan Unpad. Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menjadi tuan rumah diskusi Madrasah Malam Reboan (MMR), kali ini mengusung tema “Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu” Rabu (11/12/2024). Acara dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Bandung Prof Dr H Ahmad Sarbini M.Ag Sejumlah profesor lintas studi dari kedua perguruan tinggi negeri ini lintas studi sependapat TNI dan Polri menjadi institusi terdepan menangani potensi konflik akibat polarisasi politik. Prof. Muradi dari Unpad yang mengupas dinamika keamanan nasional pasca-pemilu, menyoroti...
NasionalResensi

Kisah Bachtiar Adnan Kusuma, Menulis Biografi Dr.H.A.A. Baramuli, S.H.

Dr.H.A.A.Baramuli, S.H. Menerima penulis di kediamannya, Jl.Imam Bonjol 51 Menteng, Jakarta.  Foto : Dok. BAK/BNN LETTA, Bandungpos.id--Lelaki Pemberani dari Letta. Pada 1996 kali pertama penulis berjumpa dengan Wakil Ketua Komnas HAM di zaman Ali Said, S.H.ketua dan Sekjend Komnas HAM Prof.Baharuddin Lopa,S.H. Dalam pertemuan singkat penulis dengan A.A.Baramuli, ia menolak memberi kata pengantar di buku yang penulis tulis bertajuk”Saudagar Bugis Makassar, 1996”, namun penulis tetap kukuh memburu Lelaki Pemberani Dari Letta ini. Pada akhirnya, A.A.Baramuli merestui permintaan kata pengantar buku penulis, dan ia meminta penulis hijrah ke Jakarta, pada 1997....
Resensi

Ati Bachtiar Srikandi Fotografer Indonesia

  Dengan meletakkan matanya di belakang kamera, Ati bukan hanya memotret, melainkan menembus dunia yang dipandangnya, sampai kepada dimensi pengetahuan yang unik, otentik dan personal. Sebagaimana telah dimungkinkan oleh fotografi yang berkepribadian. Demikian Budayawan Seno Gumira Ajidarma mengulas buku baru karya Ati Bachtiar. Berjumpa dengan fotografer perempuan Ambu Ati Bachtiar dan sang suami Kang Ray Bachtiar yang juga seorang fotografer senior sungguh mengasyikkan.  Obrolan selama dua  jam meluncur dengan penuh kehangatan. Ati Bachtiar lahir di Bandung 20 Januari 1969 memiliki nama lahir R Ruh Hayati. Ati merupakan putri dari pasangan...