
Setiap perjalanan manusia memiliki tantangan sendiri. Dalam setiap perjalanan selalu dibayangkan dalam kegamangan nilai-nilai yang seringkali dipengaruhi oleh agama/keyakinan ataupun yang dipraktikkan terus menerus tanpa suatu kesadaran rasional. Kadangkala menelan mentah-mentah, seolah-olah akan memiliki nilai masa lalu yang tidak perlu diuji dan terbaik. Padahal setiap masa ada konteksnya
BANYAK--yang berfikiran “pensiun” dari suatu karir profesi di lembaga pemerintah maupun non-pemerintah adalah akhir dari satu perjalanan. Memasuki usia lansia bagi kebanyakan adalah fase-fase akhir dari perjalanan, karenanya lebih memilih meredam apa yang dipikirkan atau diperjuangkannya semasa aktif belum diwujudkan. Seakan memutus diri, dan berharap itu akan berlanjut dengan sendirinya oleh penerus. Ancaman “perulangan” sejarah pada generasi penerus.
Setiap perjalanan manusia memiliki tantangan sendiri. Dalam setiap perjalanan selalu dihadapkan dalam kegamangan nilai yang seringkali dipengaruhi oleh agama/keyakinan ataupun yang dipraktekkan terus menerus tanpa suatu kesadaran rasional. Kadangkala menelan mentah-mentah, seakan-akan nilai masa lalu itu yang tidak perlu diuji dan terbaik. Padahal setiap masa ada konteksnya,
Bagaimanapun apa yang dialami menjadi refleksi pengalaman yang harus ditularkan dan dikomunikasikan ke generasi penerus untuk terus memperbaiki keadaan, kehidupan dan bahkan peradaban. Peradaban inklusif dan non-diskriminatif yang memberikan ruang kepada siapapun untuk mengukir kehidupan yang lebih bermakna bagi diri, sesama bahkan lingkungan lebih luas.
Dialog DILANS Indonesia dengan kawan-kawan ITB Angkatan 82 (#Eititu) di sela-sela keramaian Pasar Seni ITB 2025 menunjukkan spirit itu. Podcast Pojok yang dirancang untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman dari alumninya yang sudah menginjak lansia adalah bagian dari upaya itu. Suatu ketika tubuh kita akan punah, tapi tidak dengan pengetahuan dan pengalaman yang dijalani di dunia yang fana ini.
Apapun itu, peradaban harus terus dijaga agar tetap pada nilai kemanusian yang tidak menghancurkan tetapi memberikan kemaslahatan pada umat dan dan bumi yang dipijak di atasnya.





