Kolom Sosial Politik

AI Kendalikan Peradaban Manausia?

10views

 

Oleh: Ridhazia

AI (Artificial Intelligence) yakni teknologi kecerdasan buatan disebut-sebut sudah
menjadi ancaman eksistensial manusia.

Bahkan mesin super cerdas diestimasi pada suatu saat bisa mengendalikan peradaban manusia.

Dalam beberapa skenario uji coba, sebuah model teknologi AI tingkat tinggi tenyata sudah bisa melawan perintah manusia.

Dengan kata lain, manusia kemungkinan ke depan tidak memegang kendali penuh atas penciptaan sistem kecerdasan buatan. AI bukan lagi sebuah alat yang ditentukan oleh manusia (human-in-the-loop).

AI vs Manusia

Dengan kata lain, AI ibarat “manusia jadi-jadian” yang menganggap dirinya setara manusia. Bahkan manusia yang menciptakan teknologi kecerdasan menjadi lawan tangguhnya.

Pakar teknologi global Geoffrey Hinton yang sekaligus salah satu “Bapak AI” sudah memperingatkan bahwa AI bisa menjadi jauh lebih pintar dari manusia. Bahkan mengecoh manusia.

Tidak mustahil AI punya insting instrumental dan mandiri yang nyata karena mesin cerdas AI bisa melakukan pembelajaran kehidupan manusia.

Demikian juga kata Nate Soares. Direktur Machine Intelligence Research Institute (MIRI) ini mengungkapkan bahwa perkembangan AI saat ini mengarah pada risiko kepunahan manusia.

ASI

Jika AI mencapai tingkat supercerdas (Artificial Superintelligence / ASI) peluang terjadi AI menganggap manusia musuh yang harus dimusnahkan.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik,  bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response