Kolom Sosial Politik

“Makar Ora Makar Sing Penting Kumpul”

19views

 

Oleh: Ridhazia

ADA makar atau tidak ada makar, bagi rakyat kebanyakan sebagai hal biasa. Tidak berpengaruh. Tapi kalau tidak bisa makan, baru luar biasa.

Pernyataan yang jenaka ini diplesetkan dari ungkapan bahasa Jawa “mangan ora mangan sing penting kumpul” artinya makan tidak makan yang penting berkumpul.

Jurang Tetap Menganga

Ungkapan canda ini untuk menggambarkan apa yang terjadi di kalangan elit politik di Jakarta yang tidak mengubah keadaan.

Jurang antara isu politik elite dengan realitas hidup sehari-golongan rakyat kecil tetap menganga.

Manuver politik, kegaduhan kekuasaan, atau isu makar di tingkat atas dan istana sering kali tidak mengubah beban hidup rakyat sehari-hari.

Rakyat harus tetap melakukan sesuatu untuk mengatasi kesulitan ekonomi, setidaknya untuk makan.*

*Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response