Uncategorized

Tidak ada Toleran bagi ASN yang Terlambat Ngantor Gegara Nonton Piala Dunia 2026

17views

BANDUNG, BandungPos.id — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, tidak ada toleransi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terlambat masuk kerja gegara begadang menonton pertandingan Piala Dunia 2026

Euforia pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 tak menyurutkan komitmen Pemerintah Kota Bandung terhadap kedisiplinan

Ia mengatakan, profesionalitas ASN harus tetap dijaga, terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan sepak bola dunia.

“Tidak ada toleransi. Kerja ya kerja,” ujar Farhan saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, menonton pertandingan sepak bola merupakan hal yang wajar, terlebih jika dilakukan di luar jam kerja. Namun, hal tersebut tidak boleh mengganggu tanggung jawab utama sebagai pelayan publik.

Tidak menyalahgunkanan waktu kerja

Farhan juga mengingatkan agar ASN tidak menyalahgunakan waktu kerja untuk menonton pertandingan, baik secara langsung maupun melalui perangkat digital di kantor.

“Boleh nonton, tapi jangan sampai mengganggu jam kerja. Tugas utama tetap harus diutamakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Farhan turut berbagi antusiasmenya terhadap pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung. Ia mengaku sempat menyaksikan laga menarik dan mengapresiasi kualitas permainan salah satu tim yang dinilainya tampil impresif.

“Saya nonton pertandingan Meksiko, permainannya bagus sekali. Gol keduanya luar biasa,” katanya.

Meski tidak mengikuti semua pertandingan, Farhan mengaku menikmati permainan yang atraktif dan penuh strategi. Ia bahkan menyebut salah satu tim yang ditontonnya berpeluang melaju jauh dalam turnamen.

Namun demikian, ia mengatakan, kegemaran menonton sepak bola harus tetap ditempatkan secara proporsional, khususnya bagi ASN yang memiliki tanggung jawab pelayanan publik.

Ada nobar

Untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat, Farhan membuka kemungkinan adanya kegiatan nonton bareng (nobar) pada akhir pekan. Ia menyebut akan mencoba berkoordinasi dengan TVRI agar dapat menghadirkan tayangan yang bisa dinikmati bersama masyarakat.

“Kalau untuk akhir pekan, mungkin kita coba ngobrol dengan TVRI, mudah-mudahan bisa bikin acara nobar,” ucapnya.

Farhan berharap, masyarakat tetap bisa menikmati hiburan tanpa mengabaikan kewajiban masing-masing, khususnya dalam menjaga produktivitas dan disiplin kerja.

“Silakan menikmati, tapi tetap harus bertanggung jawab. Jangan sampai karena nonton, kerja jadi terganggu,” harapnya. (rob)**

Leave a Response