Kabupaten/Kota

Literasi untuk Kemajuan Desa Juga Membangun Sumber Daya Manusia

39views

KAB. HALMAHERA SELATAN, Bandungpos– Di tengah pesatnya pembangunan yang berlangsung di berbagai wilayah, kesadaran masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu desa. Pembangunan fisik memang penting, namun pembangunan manusia melalui literasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat memiliki peran yang jauh lebih strategis untuk masa 

Desa Bobo, Kecamatan Mandioli Utara, menjadi salah satu contoh dari 249 desa yang tersebar di Kabupaten Halmahera Selatan (Bumi Saruma) yang terus berupaya membangun kesadaran masyarakat melalui gerakan literasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Banyak pihak menilai bahwa pembangunan jalan, talud, jembatan, dan fasilitas umum lainnya dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Namun, membangun karakter, pola pikir, dan kesadaran masyarakat memerlukan proses panjang yang harus dilakukan secara terus-menerus. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, merawat fasilitas umum, menghargai pendidikan, serta berpartisipasi dalam pembangunan tidak dapat terbentuk dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, literasi menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun masyarakat yang maju. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk cara berpikir yang kritis, kreatif, dan produktif. Masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik akan lebih mudah menangkap peluang, mengembangkan potensi diri, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Selain persoalan kesadaran masyarakat, tantangan lain yang dihadapi desa-desa saat ini adalah terbatasnya lapangan pekerjaan. Tidak sedikit generasi muda yang memilih merantau karena merasa peluang ekonomi di desa masih minim. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena jika dibiarkan, desa akan kehilangan banyak sumber daya produktif manusia yang seharusnya menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri.

Oleh karena itu, pembangunan desa harus diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat. Potensi desa di bidang pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif harus terus didorong agar mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan keseimbangan antara infrastruktur, pendidikan, literasi, dan ekonomi. Jalan yang baik akan mempermudah akses, tetapi masyarakat yang berpengetahuan dan memiliki keterampilan akan mampu memanfaatkan akses tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sebagai bagian dari 249 desa di Bumi Saruma, Desa Bobo menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga tentang bagaimana membangun manusia yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan semangat untuk memajukan daerahnya sendiri.

“Infrastruktur dapat dibangun dalam waktu singkat, tetapi membangun manusia memerlukan proses yang panjang. Namun dari manusialah lahirlah kemajuan yang sesungguhnya.” Dengan semangat literasi, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja, desa-desa di Halmahera Selatan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan yang melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan sejahtera.**(Asri S Gosora, S.T/rm/BNN)

Leave a Response