
KAB. BANDUNG, Bandungpos. Id – Dalam upaya memperkokoh jembatan silaturahmi antara institusi kepolisian dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolsek Margahayu AKP Hasbi Ask Sidiqie, B.Sh., dipercaya untuk bertindak sebagai Khatib dalam pelaksanaan ibadah Shalat Jumat. Kegiatan khidmat ini berlangsung di Masjid Al Ihsan RW 11 Kopo Permai, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Jumat (08/05/2026).
Hadir mendampingi dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sukamenak AIPTU Uloh Saepuloh serta anggota Unit Sabhara BRIPKA Ali Setiawan. Kehadiran jajaran personel Polsek Margahayu disambut dengan hangat dan antusias oleh para jamaah serta tokoh masyarakat setempat, mencerminkan terjalinnya hubungan yang harmonis dan penuh keakraban.
Dalam orasi ilmiah dan keagamaannya, AKP Hasbi Ask Sidiqie mengangkat tema yang sangat mendalam mengenai makna hakiki dari ibadah Haji dan Qurban. Ia menegaskan bahwa Haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, melainkan sebuah proses transformasi spiritual yang mengajarkan nilai ketawadukan, kesabaran, dan keikhlasan yang murni. Saat mengenakan kain ihram, seluruh sekat status sosial dan jabatan seakan lenyap, mengingatkan kita bahwa di hadapan Sang Pencipta, manusia setara derajatnya, dan yang paling mulia hanyalah mereka yang paling bertakwa.
Lebih jauh, Kapolsek membedah makna historis dan filosofis di balik ritual ibadah tersebut. Mulai dari keteladanan keteguhan hati Nabi Ibrahim AS, perjuangan luar biasa Hajar, hingga ketegaran dakwah Nabi Muhammad SAW, semuanya menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana iman mampu menguatkan diri dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan kehidupan. Nilai-nilai keteladanan ini, lanjutnya, sangat relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, terkait ibadah Qurban, AKP Hasbi menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan wujud konkret dari ketaatan dan rasa syukur yang mendalam. Menyembelih hewan kurban mengajarkan jiwa yang besar untuk merelakan apa yang dicintai demi keridhaan Ilahi. Lebih dari sekadar ritual, pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan menjadi sarana efektif untuk mempererat tali persaudaraan, menekan kesenjangan sosial, serta menumbuhkan empati dan kepedulian antar sesama.
Sinergi nilai-nilai luhur dari Haji dan Qurban tersebut, tegasnya, membentuk karakter manusia yang unggul; rendah hati, sabar, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dalam konteks bermasyarakat, nilai-nilai ini menjadi fondasi kuat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, jauh dari perpecahan, serta senantiasa menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai.
“Melalui pemahaman agama yang komprehensif dan silaturahmi yang terus dipererat, kami berharap situasi Kamtibmas di wilayah Margahayu senantiasa terjaga dalam kondisi aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kapolsek. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan dipenuhi suasana kekhusyukan spiritual. (Ask/id)***





