Bandung Raya

Unisba Resmi Kukuhkan 30 Apoteker Baru, Siap Hadapi Tantangan Dunia Kesehatan

9views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung kembali mencetak tenaga kesehatan profesional melalui Pengambilan Sumpah Apoteker ke-IX Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang berlangsung di Aula Unisba, Rabu (6/5/2026).

Sebanyak 30 apoteker baru resmi dilantik setelah dinyatakan lulus berdasarkan hasil rapat yudisium FMIPA Unisba. Para lulusan telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi, mulai dari perkuliahan akademik hingga Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di berbagai institusi layanan kesehatan.

Tempat praktik tersebut meliputi rumah sakit, apotek, industri farmasi, puskesmas, hingga Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang menjadi mitra Unisba. Seluruh peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kompetensi, akademik, serta administrasi untuk menyandang profesi apoteker.

Rektor Unisba, A. Harits Nu’man, menyampaikan bahwa prosesi sumpah apoteker menjadi momentum penting setelah perjuangan panjang para mahasiswa menempuh pendidikan profesi.

Menurutnya, gelar apoteker bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah moral dan tanggung jawab profesional dalam melayani masyarakat.

“Menjadi apoteker bukan proses yang mudah. Semua ini merupakan hasil perjuangan panjang, doa orang tua, dan kerja keras luar biasa. Karena itu, jalankan profesi dengan integritas, loyalitas, kemandirian, dan keunggulan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya karakter “ILMU PADI” yang menjadi nilai utama di lingkungan Unisba, yakni integritas, loyalitas, mandiri, unggul, profesional, amanah, adaptif, disiplin, dan ikhlas.

Menurutnya, nilai keikhlasan menjadi fondasi penting dalam pengabdian profesi kesehatan, terutama ketika pelayanan tidak selalu diukur dengan keuntungan material.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Miftah Faridl, menegaskan bahwa pengambilan sumpah bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki dunia profesional yang penuh tantangan.

Ia mengingatkan bahwa kelulusan uji kompetensi hanyalah standar awal sebelum para apoteker menghadapi realitas dunia kerja yang lebih kompleks.

“Integritas dan kompetensi sejati akan benar-benar diuji ketika saudara terjun langsung di lapangan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai BerAKHLAK serta komitmen meningkatkan kualitas diri melalui pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP).

Apoteker Baru Siap Mengemban Amanah Profesi

Perwakilan apoteker baru, Selvi Kurnia, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas keberhasilan yang diraih bersama rekan-rekannya setelah melalui perjalanan pendidikan yang penuh tantangan.

Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi awal perjalanan baru dalam mengemban tanggung jawab profesi di tengah masyarakat.

“Hari ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal dari perjalanan baru. Sumpah ini adalah amanah besar yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, dosen, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pendidikan hingga selesai.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Epy Yuginingsih Hastuti, menegaskan bahwa profesi apoteker memegang peranan penting dalam sistem kesehatan nasional.

Ia menjelaskan bahwa praktik kefarmasian harus berjalan sesuai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta aturan turunannya.

Menurutnya, apoteker tidak hanya bertugas menyediakan obat, tetapi juga berperan sebagai penjamin mutu pelayanan, edukator masyarakat, serta pengawas penggunaan obat secara rasional.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesiapan tenaga farmasi menghadapi perkembangan teknologi digital, termasuk penerapan layanan telefarmasi dalam pelayanan kesehatan modern.

Perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia, Hidayat Setiadji, mengingatkan bahwa dunia profesi menuntut pembelajaran berkelanjutan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Ia menegaskan bahwa profesi apoteker bukan hanya berkaitan dengan obat-obatan, tetapi juga menyangkut pelayanan terhadap manusia dan nilai kemanusiaan.

“Jangan pernah berhenti belajar. Profesi ini bukan hanya tentang obat, tetapi juga tentang manusia dan kemanusiaan,” tegasnya.(ask)***

Leave a Response