Oleh: Ridhazia
AKTIVIS s Kontras Andrie Yunus diserang air keras oleh orang tidak dikenal. Ia mengalamiuka serius di sekujur badannya.
Diberitakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/03) malam, sekitar pukul 23.00 WIB selesai melakukan perekaman siniar (podcast) bertema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta.
Masalah Sensitif!
Militerisme di Indonesia adalah isu sensitif sejak jejak sejarah panjang dwifungsi ABRI pada era Orde Baru yang represif.
Dan, isu itu muncul kembali sekarang. Ada kekhawatiran kembalinya dominasi militer dalam ruang sipil sejak meskipun reformasi 1998 yang menghapus pelibatan TNI dalam jabatan sipil.
Judicial Review
Judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap sebagai cara konstitusional untuk menangkal pelemahan supremasi sipil. Sekaligus untuk untuk memastikan aturan baru tidak melanggar prinsip demokrasi.
Dan, MK sebagai penjaga konstitusi (guardian of the constitution) satu-satunya pihak untuk membicarakan konstruksi hukum menurut UUD 1945.
Pendek kata, apa yang dibincangkan di internal Kontras tak lebih menuntut agar jabatan tersebut tetap terbatas, demi mempertahankan reformasi dan profesionalisme TNI.
KontraS
KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) didirikan pada 20 Maret 1998 di Jakarta oleh sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) dan organisasi masyarakat sipil.
Tokoh utama di balik pendiriannya adalah aktivis HAM terkemuka, Munir Said Thalib, sebagai respon atas penculikan aktivis pada masa Orde Baru. Ia wafat tahun 2004 diduga diracun dalam perjalanan studi hukum ke Belanda.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikai sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.


