
Jangan Berhenti Belajar
Oleh : Bachtiar Adnan Kusuma
Membaca judul di atas, penulis penting mengingatkan kembali betapa pentingnya belajar bagi setiap umat Islam. Selain belajar sebagai proses perjalanan panjang membentuk jati diri seseorang, juga belajar tuntutan agama Islam yang telah dicontohkan para ulama terdahulu.
MEMAMTIK judul” Jangan Berhenti Belajar “ atau Don’t Stop Learning, penulis mengutip kembali pernyataan ulama besar Imam Syafii berkata, “Jika engkau mendambakan kebahagian hidup di dunia, maka belajarlah, dan jika engkau mengharapkan kebahagiaan di akherat kelak, maka belajarlah dan jika keduanya kamu mengharapkannya, maka belajarlah”. Penulis menyampampaikan judul tersebut, pada kuliah subuh di Masjid Anny Mujahidah Rasunnah Parangtambung, kota Makassar, Sabtu 28 Februari 2026.
Belajar menuntut ilmu adalah kata kunci kemajuan dan kesuksesan mutlak di Barat dan Timur, bahkan menjadi kunci kesuksesan seseeorang di dunia dan di akherat. Karena peradaban umat manusia telah membuktikan bahwa hanya dengan ilmu, maka kemajuan dan kejayaan umat Islam dapat diraih. Para ulama kita telah memberi teladan mulia bagaimana menempatkan belajar ilmu ilmu sebagai jalan kemajuan peradaban Islam. Sebut saja, Ibnu Sina, seorang ulama besar yang mengembangkan dan menemukan ilmu kedokteran dengan menulis buku “ As-ssyifa “, Alfarabi, tokoh filosofi Islam, Alkindi, tokoh yang mengembangkan astrologi.
Dan, salah seorang ulama asal Maroko, Ibnu Batutitah menulis buku berjudul” Rihlah Ibnu Batutah” yang menceritakan betapa Ibnu Batutah seorang pengelana ilmu Islam berhasil mengunjungi 44 negara selama 30 tahun dengan durasi perjalanan 120.700 kilometer. Ibnu Batutah menurut salah satu keterangan adalah orang Muslim pertama yang menemukan Benua Amerika. Jika saja dibandingkan Marcopolo hanya mengunjungi 24 negara selama 22 tahun dengan durasi kunjungan 44.000 kilometer, maka Ibnu Batutah masih menempuh jarak perjalanan jauh di atas Marcopolo.
Syahdan, menuntut ilmu dan belajar bersungguh-sungguh tanpa henti menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar bagi siapa pun yang bermimpi meraih kesuksesan. Contoh dan teladan mulia telah digariskan para ulama kita.
Jangan Pernah Berhenti Belajar adalah motivasi belajar yang wajib terus menerus diwariskan kepada anak-anak muda kita agar mereka mencintai dan menghormati kemuliaan menuntut ilmu tanpa henti. Selain belajar terus menerus, maka kesuksesan kita akan raih, juga sebagai pembeda antara orang yang sukses dan orang yang tidak sukses adalah semangat belajarnya.
Apa saja modal penting yang dibutuhkan anak-anak kita agar termotivasi belajar terus menerus? Niat yang ikhlas dan kuat untuk menuntut ilmu tanpa batas, rendah hati, meneladani kegigihan para ulama terdahulu dalam mencari ilmu serta menjadikan belajar sebagai kebutuhan utama bagi setiap anak-anak muda kita.
Hidup ini ibarat abjad A,B,C,D, dimulai dari A dan berakhir pada D. Dimulai dari A (Allah) yang telah menganugerahkan kehidupan (lahir, B) dan pilihan (C, pilihan) dan berakhir pada usia (kematian, D).
Oleh karena itu, hidup adalah pilihan. Apakah kita mau memilih menjadi orang yang bodoh, malas belajar dan enggan membaca buku? Ataukah kita ingin menjadi pribadi umat yang memiliki arti hidupnya? Karena hidup ini hanya sekali dan pilihan kita sangat berarti tentang siapa diri kita.
Penulis mengutip pernyataan Corazon Aquino pernah berkata”Aku lebih memilih mati secara berarti daripada hidup tanpa arti”. Dan bagi kita umat Islam, hidup berarti kehidupan seseorang yang penuh dengan imam dan ilmu pengetahuan.
Karenanya, mari belajar dan jadilah pribadi hebat yang acapkali menebar manfaat seperti Wahab bin Munabbih katakan” Dengan adanya ilmu, maka orang yang jauh menjadi dekat, orang miskin menjadi kaya, orang yang bodoh menjadi pandai, orang yang pesimis menjadi optimis dan orang yang terlewat menjadi selamat. Sila pilih sendiri seperti apa kata Wahab bin Munabbih.** Penulis, Kepala Badan Nasional Literasi Masjid Pengurus Pusat IKA BKPRMI/rm





